
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Dukungan terhadap penguatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat terus digelorakan Pemerintah Kabupaten Banyumas, agar semakin banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mandiri dan berdaya saing.
Sikap tersebut ditegaskan oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, saat membuka agenda Pelatihan Vokasi Kuliner dalam program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang diinisiasi oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Pendopo Si Panji Purwokerto, Selasa (4/8). Pelatihan bertajuk “Terampil Berkarya, Mandiri Berusaha” ini diikuti oleh 150 ibu-ibu pengusaha kuliner yang merupakan mitra binaan PNM.
Dalam arahannya, Bupati menguraikan pesatnya pertumbuhan sektor UMKM di wilayah Banyumas. “Jika kita melihat data, pada tahun 2024 tercatat ada sekitar 90 ribu lebih unit UMKM di wilayah kita. Di tahun 2025 angkanya melonjak tajam menjadi lebih dari 230 ribu unit UMKM,” katanya.
Ia meyakini tren positif tersebut akan terus meningkat, baik secara kuantitas usaha maupun partisipasi aktif kaum perempuan sebagai penggerak utamanya.
“Hal ini menunjukkan bahwa semangat berwirausaha masyarakat Banyumas terus tumbuh,” ujarnya.
Kendati demikian, Pemkab Banyumas menyadari bahwa pesatnya lonjakan jumlah UMKM masih menyisakan tantangan. Banyak warga, terutama dari kelompok prasejahtera, yang masih membutuhkan akses permodalan, pendampingan intensif, serta peningkatan keterampilan agar usahanya dapat terus berkelanjutan.
Oleh sebab itu, Bupati menilai peran PT PNM sangat strategis. PNM tak sekadar menyediakan pembiayaan modal, tetapi juga memberikan pembekalan dan pendampingan berkelanjutan bagi para nasabahnya.
Secara khusus, Sadewo juga menyambut positif kurikulum pelatihan hari ini yang memadukan praktik pemuatan produk kuliner dengan strategi pemasaran digital (digital marketing).
“Hal ini sangat penting, karena di era digital saat ini, kualitas produk harus diiringi dengan kemampuan memasarkan produk secara kreatif dan efektif agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.
Sejalan dengan hal tersebut, Pimpinan PNM Cabang Purwokerto, Rohmat Agus Pranoto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen PNM dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan dan penguatan UMKM lokal.
Menurut Rohmat, pemberdayaan sektor mikro tidak cukup hanya mengandalkan suntikan dana finansial semata, melainkan butuh dukungan modal pengetahuan, peningkatan keterampilan, serta inovasi secara konsisten.
“Hari ini kami mengundang 150 ibu-ibu pengusaha kuliner yang merupakan mitra binaan kami. Melalui pelatihan ini PNM menghadirkan ruang belajar yang mampu membantu para ibu-ibu mekar yang hadir disini dan pelaku usaha kuliner pada umumnya untuk meningkatkan kualitas produknya, memperkuat pemasaran, memperbaiki pengelolaan usaha serta memanfaatkan peluang bisnis yang saat ini semakin berkembang,” kata dia.
Rohmat turut memaparkan catatan positif PNM di Kabupaten Banyumas. Hingga Juli, PNM telah membina 125.971 nasabah dengan akumulasi penyaluran pembiayaan mencapai Rp973 miliar.
Melihat capaian tersebut, PNM berkomitmen untuk terus mendampingi kaum perempuan di Banyumas agar semakin mandiri dan sejahtera. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada para nasabah perempuan yang dinilainya memiliki peran ganda yang sangat krusial.
“Para Ibu ini adalah pejuang keluarga, penggerak ekonomi rumah tangga, sekaligus penggerak ekonomi daerah. Dari tangan ibu-ibu inilah lahir produk kuliner yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.