
SERAYUNEWS- Komitmen Polres Wonosobo dalam menjaga profesionalisme dan kedisiplinan anggota kembali ditegaskan melalui penegakan disiplin internal yang dilakukan Seksi Profesi dan Pengamanan (Si Propam).
Pada Kamis (5/2/2026) pagi, Si Propam melaksanakan pemeriksaan terhadap anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Wonosobo saat apel pagi, sekitar pukul 06.00 WIB.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasi Propam Polres Wonosobo, Ipda Rahmad Sujaka dan menjadi bagian dari rangkaian Operasi Keselamatan Candi 2026 yang saat ini tengah berlangsung di wilayah Kabupaten Wonosobo.
Penegakan disiplin ini bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, Si Propam telah melaksanakan pemeriksaan internal pada awal dimulainya Operasi Keselamatan Candi 2026.
Memasuki hari keempat pelaksanaan operasi, Propam kembali melakukan inspeksi mendadak guna memastikan seluruh personel Satlantas tetap konsisten menjaga disiplin selama menjalankan tugas di lapangan.
Langkah ini dinilai penting karena intensitas tugas anggota meningkat seiring dengan pelaksanaan operasi lalu lintas yang menyasar penurunan angka pelanggaran dan kecelakaan.
Dalam kegiatan tersebut, Si Propam melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap setiap personel.
Pemeriksaan meliputi sikap tampang, kelengkapan gampol (seragam kepolisian), identitas diri, administrasi surat-surat kendaraan, hingga kondisi kendaraan dinas maupun kendaraan pribadi yang digunakan anggota saat bertugas.
Pemeriksaan dilakukan secara teliti untuk memastikan seluruh personel Satlantas telah memenuhi standar yang ditetapkan institusi Polri, baik dari sisi penampilan, administrasi, maupun kesiapan operasional.
Kasi Propam Polres Wonosobo, Ipda Rahmad Sujaka, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan tingkat kepatuhan anggota yang cukup baik. Dari hasil pengecekan, Propam tidak menemukan pelanggaran terkait kelengkapan kendaraan maupun administrasi surat-surat.
“Dari hasil pemeriksaan, kendaraan dinas dan kendaraan pribadi yang digunakan anggota dalam kondisi lengkap dan sesuai ketentuan. Administrasi surat-surat juga tidak ditemukan pelanggaran,” jelas Ipda Rahmad.
Meski demikian, Propam masih menemukan beberapa anggota dengan panjang rambut yang belum sesuai ketentuan. Terhadap temuan tersebut, petugas langsung memberikan teguran lisan dan meminta anggota yang bersangkutan segera menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku.
Ipda Rahmad menegaskan, penegakan disiplin internal merupakan bagian penting dari upaya membangun citra positif Polri di tengah masyarakat. Menurutnya, aparat kepolisian harus mampu menjadi contoh sebelum melakukan penegakan hukum kepada masyarakat.
“Penertiban kepada masyarakat harus diawali dari ketertiban dan kedisiplinan internal. Anggota harus siap menjadi teladan, baik dari sikap, penampilan, maupun kepatuhan terhadap aturan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara berkala selama Operasi Keselamatan Candi 2026 berlangsung, sebagai bentuk pengawasan sekaligus pembinaan terhadap personel.
Operasi Keselamatan Candi 2026 sendiri bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, profesionalisme dan kedisiplinan aparat menjadi faktor utama.
Melalui penegakan disiplin internal ini, Polres Wonosobo menegaskan keseriusannya dalam mendukung suksesnya Operasi Keselamatan Candi 2026, dengan mengedepankan keselamatan, profesionalisme, dan pelayanan humanis kepada masyarakat.
Kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja kepolisian, khususnya dalam upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Wonosobo.