
SERAYUNEWS – Overthinking atau berpikir berlebihan sering kali membuat Anda merasa cemas, sulit tidur, hingga kehilangan fokus. Simak doa agar tidak overthinking.
Pikiran yang terus berputar tanpa henti dapat menguras energi emosional dan menimbulkan rasa gelisah.
Dalam ajaran Islam, salah satu cara menenangkan hati adalah dengan memperbanyak doa dan dzikir.
Doa bukan hanya rangkaian kata, tetapi bentuk pengakuan bahwa manusia memiliki keterbatasan dan membutuhkan pertolongan Allah SWT.
Ketika Anda menyerahkan kegelisahan kepada-Nya, hati akan terasa lebih ringan.
Berikut beberapa doa agar tidak overthinking yang bisa Anda amalkan lengkap dengan arti dan penjelasannya.
Arab:
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ
Latin:
Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat.
Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian.”
Dalam Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa ‘kejelekan di waktu tua’ juga dimaknai sebagai umur yang sia-sia.
Doa ini relevan bagi Anda yang merasa lemah mental, takut mengambil keputusan, atau terjebak dalam pikiran negatif.
Dengan memohon perlindungan dari kelemahan dan ketakutan, Anda sedang membangun ketahanan batin.
Arab:
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Latin:
Rabbish rahli sadri. Wayassirli amri. Wahlul uqdatam millisani. Yafqahu qauli.
Artinya:
“Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”
Doa yang tercantum dalam QS. Thaha ayat 25–28 ini merupakan doa Nabi Musa AS. Ketika Anda merasa tertekan, sulit berbicara, atau takut menghadapi situasi tertentu, doa ini sangat tepat diamalkan.
Dada yang lapang akan membantu Anda berpikir lebih jernih dan tidak mudah terjebak overthinking.
Doa Memohon Rahmat dan Perbaikan Segala Urusan
Arab:
اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِي كُلَّهُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
Latin:
Allahumma rahmataka arju fala takilni ila nafsi tharfaka ainin ashlihli syani kullahu la ilaha illa anta.
Artinya:
“Ya Allah, rahmat-Mu aku harapkan, maka janganlah Engkau bebankan pada diriku walau sekejap mata pun (urusan-urusan tersebut) dan perbaikilah segala urusanku, tidak ada Tuhan selain Engkau.”
Doa ini mengajarkan Anda untuk tidak bergantung sepenuhnya pada diri sendiri. Overthinking sering muncul karena merasa harus mengendalikan segalanya.
Padahal, ada hal-hal di luar kuasa manusia. Ketika Anda menyerahkan urusan kepada Allah, hati akan terasa lebih damai.
Doa Memohon Jiwa yang Tenang dan Ridho
Arab:
اللهم إني أسألك نفساً بك مطمئنة تؤمن بلقائك وترضى بقضائك وتقنع بعطائك
Latin:
Allahumma inni as-aluka nafsan bika muthma-innah, tu’minu biliqo-ika wa tardho bi qodho-ika wataqna’u bi ‘atho-ika.
Artinya:
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu jiwa yang merasa tenang kepada-Mu, yang yakin akan bertemu dengan-Mu, yang ridho dengan ketetapan-Mu, dan yang merasa cukup dengan pemberian-Mu.” (HR. Thabrani)
Doa ini sangat cocok bagi Anda yang sedang dilanda kecemasan mendalam.
Ketenangan batin lahir ketika Anda belajar menerima dan ridho terhadap ketetapan Allah.
Seluruh Surah Adh-Duha dapat dibaca sebagai doa untuk ketenangan hati.
Surah ini mengingatkan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya.
Arab:
وَالضُّحَىٰ ﴿١﴾ وَالَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ ﴿٢﴾ مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ ﴿٣﴾ وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُولَىٰ ﴿٤﴾ وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰ ﴿٥﴾ أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ ﴿٦﴾ وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ ﴿٧﴾ وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰ ﴿٨﴾ فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ ﴿٩﴾ وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ ﴿١٠﴾ وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ ﴿١١﴾
Artinya:
“Demi waktu duha (ketika matahari sepenggalah), demi malam apabila telah sunyi. Tuhanmu sekali-kali tidak meninggalkanmu dan tidak (pula) membencimu…”
Ayat-ayat ini menguatkan bahwa setiap kesulitan pasti ada pertolongan.
Selain doa, dzikir juga sangat dianjurkan. Beberapa bacaan yang bisa Anda amalkan antara lain:
Subhanallah wa bihamdihi, subhanallahil ‘azhim (dibaca 100 kali)
Hasbunallah wa ni’mal wakil
Laa hawla wa laa quwwata illa billah
Dalam QS Ar-Ra’d ayat 28 disebutkan:
“Barang siapa yang banyak berdzikir kepada Allah, maka hatinya akan tenang,”
Menariknya, penelitian dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa meditasi dan pengulangan doa mampu menurunkan tingkat stres dan kecemasan. Artinya, dzikir dan doa bukan hanya menenangkan secara spiritual, tetapi juga berdampak positif secara psikologis.
Overthinking memang wajar, tetapi jangan sampai menguasai hidup Anda. Dengan memperbanyak doa dan dzikir, hati akan lebih tenang, pikiran menjadi jernih, dan langkah terasa lebih ringan.
Ketenangan bukan berarti tanpa masalah, melainkan kemampuan menghadapi masalah dengan keyakinan.***