
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Kepulangan jemaah haji ke Tanah Air menjadi salah satu momen yang paling membahagiakan bagi keluarga. Simak doa pulang haji untuk tamu yang datang.
Setelah menempuh perjalanan ibadah yang panjang di Tanah Suci, para jemaah akhirnya kembali berkumpul bersama orang-orang tercinta dengan membawa harapan menjadi haji yang mabrur.
Tidak heran jika rumah jemaah haji biasanya ramai didatangi keluarga, tetangga, sahabat, hingga kerabat yang ingin bersilaturahmi sekaligus mengucapkan selamat.
Dalam tradisi masyarakat Indonesia, momen ini juga menjadi kesempatan untuk saling mendoakan agar keberkahan ibadah haji dapat dirasakan bersama.
Menariknya, Islam mengajarkan doa khusus yang dapat dibaca oleh orang yang baru pulang haji untuk para tamu yang datang berkunjung.
Sebaliknya, tamu juga dianjurkan membalas dengan doa terbaik agar ibadah haji yang telah dijalankan diterima oleh Allah SWT.
Berikut bacaan doa pulang haji untuk tamu yang datang beserta tulisan Arab, latin, arti, hingga doa-doa lain yang dianjurkan setelah kembali dari Tanah Suci.
Dalam buku Doa Ringkas Manasik Haji dan Umrah karya Drs. H. Noor Hamid, M.Pd.I., dijelaskan bahwa orang yang telah menunaikan ibadah haji dianjurkan membacakan doa ketika berkumpul bersama keluarga maupun tamu yang datang bersilaturahmi.
Bacaan doa
Arab
وَالْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي لَا يَمُوْتُ وَلَا يَفُوْتُ أَبَدًا، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ بِمَنَاسِكِنَا أَدَاءً، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّكَ اتَّبَاعًا تَوْبًا تَوْبًا تَوْبًا لِرَبِّكَ أَوْبًا لَا يُغَادِرُ حَوْبًا اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِمَنِ اسْتَغْفَرْنَاهُ مِنْ أَهْلِ بَيْتِنَا وَإِخْوَانِنَا وَجَمِيعِ المُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ بِرَحْمَتَكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Latin
Walhamdulillahilladzi la yamutu wa la yafutu abadan. Nahmadukallahumma bimanasikana ada’an, wa bisunnati nabiyyika ittiba’an. Tauban, tauban, tauban lirabbika auba. La yughodiru hauban. Allahummagfirlana wa liman istagfarnahu min ahli baitina wa ikhwanina wa jami’il muslimina wal muslimat, ya aziz ya gaffar. Birahmatika ya arhamarrahimin.
Arti
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Segala puji hanya kepada Allah yang tidak akan pernah mati dan sirna selamanya. Kami bertahmid kepada-Mu, ya Allah, dengan ibadah haji yang telah kami selesaikan dan dengan Sunnah Nabi-Mu yang telah-kami jalankan. Kami bertaubat, kami bertaubat, kami bertaubat kepada Allah, kami mengharap taubat yang diterima, agar kami tidak akan mengulangi dosa-dosa lagi. Ya Allah, ampunilah kami dan orang-orang yang kami mintakan ampunan kepada-Mu dari keluarga kami, saudara-saudara kami, dan segenap kaum muslimin dan muslimat, wahai Tuhan yang Maha Perkasa dan Maha Pengampun berkat rahmat-Mu, wahai Zat Yang Maha Pengasih.”
Doa tersebut tidak hanya berisi ungkapan syukur atas selesainya ibadah haji, tetapi juga doa agar seluruh keluarga, tamu, serta kaum muslimin memperoleh ampunan dari Allah SWT.
Silaturahmi akan semakin bermakna jika tamu yang datang turut mendoakan orang yang baru kembali dari Tanah Suci.
Mengutip riwayat yang disampaikan melalui Rumaysho dari Ibnu Mas’ud dan Ibnu Umar, Rasulullah SAW mengajarkan doa berikut.
Arab
اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَ سَعْيًا مَشْكُوْرًا وَ ذَنْبًا مَغْفُوْرًا
Latin
Allahummaj’al hajjan mabruron, wa sa’yan masykuron, wa dzanban maghfuron.
Arti
“Semoga Allah menganugerahkan haji yang mabrur, usaha yang disyukuri dan dosa yang diampuni.”
Selain doa tersebut, para ulama salaf juga mencontohkan doa yang singkat tetapi penuh makna.
Arab
بَرَّ العَمَلُ
Latin
Barra al-‘amalu.
Arti
“Semoga Allah menjadikan amalmu mabrur.”
Meski singkat, doa ini mengandung harapan besar agar seluruh amal ibadah yang telah dilakukan diterima oleh Allah SWT.
Setelah kembali ke Tanah Air, seorang muslim juga dianjurkan terus memohon agar ibadah hajinya diterima dan memperoleh predikat haji mabrur.
Berikut doa yang dikutip dari buku Doa Ringkas Manasik Haji dan Umrah.
Arab
اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجَّنَا حَجَّا مَبْرُوْرًا، وَعُمْرَ تَنَا عُمْرَةً مَبْرُوْرًا ، وَسَعْيَنَا سَعْيًا مَشْكُورًا، وَذَنْبَنَا ذَنْبًا مَغْفُوْرًا، وَعَمَلَنَا عَمَلًا صَالِحًا مَقْبُوْلًا، وَتِجَارَتَنَا تِجَارَةً لَنْتَبُورَ، يَا عَالِمَ مَا فِي الصُّدُورِ أَخْرِجْنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ
Latin
Allaahummaj’al hajjana hajjan mabruura, wa ‘umratan ‘umratan mabruura wasa’yanaa sa’yan masykuuraa wa dzanban dzanban maghfuura wa ‘amalanaa ‘amalan shaalihan maqbuulaa wa tijaaratan lan tabuura yaa ‘aalima maa fish shudur akhrijnaa minadh dhulumaati ilan nuur.
Arti
“Ya Allah, jadikanlah kami haji mabrur. Umroh kami yang mabrur, sa’i kami yang disyukuri. Dosa kami yang Engkau ampuni. Amal sholeh kami yang Engkau terima dan perdagangan kami perdagangan yang tidak merugi. Wahai Zat Yang Maha Mengetahui apa yang ada dalam hati kita, keluarkan kami dari kegelapan ini menuju cahaya.”
Kementerian Agama RI dalam buku Doa dan Zikir Manasik Haji dan Umrah menganjurkan agar jemaah melaksanakan salat sunah dua rakaat ketika telah tiba di kampung halaman.
Setelah itu, disunahkan membaca doa syukur yang berisi pujian kepada Allah SWT atas keselamatan selama perjalanan serta permohonan agar kehidupan setelah berhaji selalu diberkahi dan termasuk ke dalam golongan orang-orang saleh.
Doa ini menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukanlah akhir dari perjalanan spiritual, melainkan awal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dengan akhlak yang semakin mulia.
Saat memasuki rumah dan berkumpul bersama keluarga, jemaah juga dianjurkan membaca doa yang berisi rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat kembali dengan selamat.
Isi doa tersebut memohon ampunan bagi diri sendiri, keluarga, saudara, hingga seluruh kaum muslimin dan muslimat.
Maknanya menunjukkan bahwa kebahagiaan setelah berhaji sebaiknya tidak dinikmati sendiri, melainkan menjadi momentum untuk memperbanyak doa bagi sesama.
Selain membaca doa, ada beberapa adab yang dianjurkan ketika menyambut kepulangan jemaah haji.
Di antaranya adalah mengucapkan selamat dengan penuh keikhlasan, mendoakan agar memperoleh haji mabrur, menjaga silaturahmi, serta menghindari sikap berlebihan yang tidak dicontohkan dalam syariat.
Bagi jemaah yang baru pulang, momen menerima tamu juga menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman ibadah, mempererat hubungan kekeluargaan, dan saling mendoakan.
Nilai-nilai inilah yang menjadikan tradisi menyambut kepulangan haji tetap hidup di tengah masyarakat Indonesia.
Pada akhirnya, doa pulang haji untuk tamu yang datang bukan hanya rangkaian bacaan yang diucapkan saat bersilaturahmi.
Lebih dari itu, doa tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT sekaligus harapan agar keberkahan ibadah haji membawa manfaat bagi keluarga, kerabat, dan seluruh umat Islam.***