
SERAYUNEWS – Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026, umat Islam kembali melaksanakan rangkaian ibadah malam seperti salat tarawih dan witir.
Di tengah pelaksanaan ibadah tersebut, muncul pertanyaan yang kerap disampaikan jamaah, yakni kapan doa qunut witir mulai dibaca dan sejak malam ke berapa amalan tersebut dianjurkan.
Dalam tradisi mayoritas Muslim Indonesia yang mengikuti Mazhab Syafi’i, doa qunut witir memiliki waktu pelaksanaan tertentu.
Amalan ini tidak dibaca sejak awal Ramadhan, melainkan dimulai ketika memasuki separuh akhir bulan suci.
Dalam Mazhab Syafi’i, membaca qunut pada rakaat terakhir salat witir di separuh akhir Ramadhan hukumnya sunah muakkad atau sangat dianjurkan. Pendapat ini merujuk pada sejumlah riwayat sahabat dan tabi’in.
Salah satu riwayat menyebutkan bahwa pada masa Khalifah Umar bin Khattab, Ubay bin Ka’ab memimpin salat tarawih dan membaca qunut pada separuh akhir Ramadhan.
Riwayat tersebut menjadi pijakan bagi banyak ulama Syafi’iyah dalam menetapkan anjuran qunut witir di malam-malam terakhir Ramadhan.
Sejumlah ulama klasik seperti Imam al-Nawawi juga menjelaskan bahwa pendapat yang paling kuat dalam Mazhab Syafi’i adalah membaca qunut pada separuh akhir Ramadhan, bukan sejak awal bulan.
Meski terdapat pendapat lain yang membolehkan sepanjang Ramadhan, praktik yang umum diikuti tetap dimulai pada malam ke-16.
Sementara itu, mazhab lain memiliki pandangan berbeda. Mazhab Hanafi, misalnya, menetapkan qunut witir dibaca sebelum rukuk dan dilakukan sepanjang tahun.
Mazhab Maliki tidak memasukkan qunut sebagai bagian dari witir, sedangkan Mazhab Hambali juga menganjurkan qunut pada witir dengan posisi setelah rukuk.
Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah 1447 H, 1 Ramadhan 2026 diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026. Dengan demikian, hari ke-15 Ramadhan bertepatan dengan Kamis, 5 Maret 2026.
Dalam praktik yang lazim di kalangan Syafi’iyah, doa qunut witir mulai dibaca pada malam ke-16 Ramadhan, yakni sejak Kamis malam, 5 Maret 2026 setelah salat Isya dan tarawih.
Qunut tersebut kemudian dilanjutkan setiap malam hingga akhir Ramadhan, baik bulan berlangsung selama 29 maupun 30 hari.
Artinya, doa qunut witir akan dibaca hingga sekitar 19 atau 20 Maret 2026, tergantung hasil rukyatul hilal penentuan akhir Ramadhan.
Secara teknis, doa qunut witir dilakukan pada rakaat terakhir salat witir, biasanya rakaat ketiga jika witir dikerjakan tiga rakaat. Bacaan qunut dibaca setelah bangkit dari rukuk (iktidal) dan sebelum sujud pertama.
Ketika membaca doa qunut, kedua tangan diangkat sebagaimana posisi berdoa. Jika dilakukan berjamaah, imam akan membacanya dengan suara yang terdengar dan makmum cukup mengaminkan.
Setelah doa selesai, jamaah langsung melanjutkan gerakan salat dengan turun sujud sambil bertakbir.
Menurut pendapat kuat dalam Mazhab Syafi’i, tidak dianjurkan mengusap wajah setelah membaca doa qunut saat masih dalam posisi salat.
Isi doa qunut witir pada dasarnya berisi permohonan petunjuk, perlindungan, keberkahan, serta keselamatan dari keburukan takdir.
Doa ini juga memuat pujian kepada Allah SWT serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Dalam pelaksanaannya, terdapat perbedaan redaksi kecil antara bacaan ketika salat berjamaah dan saat salat sendirian.
Perbedaannya terletak pada penggunaan kata ganti, apakah menggunakan bentuk jamak seperti “kami” atau bentuk tunggal seperti “aku”.
Terjemahan doa tersebut secara umum memohon agar Allah memberikan hidayah sebagaimana orang-orang yang telah diberi petunjuk, menganugerahkan keselamatan, memberkahi nikmat yang diberikan, serta melindungi dari keburukan ketetapan-Nya. Di akhir doa, terdapat permohonan ampunan dan taubat kepada Allah SWT.
Dengan memahami waktu pelaksanaan, dasar hukum, serta tata caranya, umat Islam dapat menjalankan ibadah witir di Ramadhan 2026 dengan lebih mantap dan sesuai tuntunan fikih yang diyakini.***