
SERAYUNEWS – Simak jadwal Pesantren Ekologi Ramadhan 2026. Pasalnya, bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M menjadi momentum istimewa bagi dunia pendidikan di Jawa Barat.
Tahun ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menghadirkan program keagamaan bertajuk Pesantren Ekologi.
Program ini tidak sekadar mengisi waktu Ramadhan dengan kegiatan spiritual, tetapi juga mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Jika Anda penasaran, apa sebenarnya Pesantren Ekologi Ramadhan 2026? Apa tujuan utamanya? Dan kapan saja jadwal kegiatannya? Berikut ulasan lengkapnya.
Mengutip keterangan dari unggahan akun Instagram resmi Dinas Pendidikan Jawa Barat (@disdikjabar), Pesantren Ekologi merupakan rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan yang dilaksanakan untuk menginternalisasikan nilai inti Gapura Pancawaluya, yaitu cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.
Secara konsep, Pesantren Ekologi adalah inovasi pendidikan karakter berbasis keislaman dan lingkungan.
Program ini memadukan pembelajaran agama dengan praktik nyata menjaga alam.
Jadi, siswa tidak hanya diajak memperdalam ibadah dan pemahaman Al-Qur’an, tetapi juga menumbuhkan kesadaran ekologis sebagai bagian dari tanggung jawab keimanan.
Dalam praktiknya, kegiatan ini dilakukan melalui pembelajaran, pelafalan, serta penghafalan ayat Al-Qur’an dan hadis tentang pelestarian lingkungan.
Nilai-nilai tersebut kemudian diwujudkan dalam aksi nyata menjaga ekologi, merawat alam, serta menumbuhkan kepedulian sosial sebagai bentuk rasa syukur dan tanggung jawab kepada Allah SWT.
Pendekatan ini relevan dengan tantangan zaman. Di tengah isu perubahan iklim, kerusakan lingkungan, hingga krisis sampah, pendidikan berbasis ekologi menjadi kebutuhan mendesak.
Pesantren Ekologi hadir sebagai jawaban bahwa menjaga bumi adalah bagian dari ibadah.
Program ini berlandaskan nilai inti Gapura Pancawaluya yang menjadi ciri pendidikan karakter di Jawa Barat, yaitu:
Melalui Pesantren Ekologi, kelima nilai tersebut tidak hanya diajarkan secara teoritis, tetapi dihidupkan dalam aktivitas nyata.
Misalnya, siswa diajak memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang alam semesta, lalu mengimplementasikannya lewat aksi bersih lingkungan, pengurangan sampah plastik, hingga gerakan sosial berbagi.
Dengan demikian, Ramadhan menjadi ruang pembentukan karakter yang utuh, tidak hanya saleh secara spiritual, tetapi juga peduli secara sosial dan ekologis.
Berikut jadwal lengkap kegiatan Pesantren Ekologi Ramadhan 2026 yang perlu Anda ketahui:
1. Sosialisasi
10–20 Februari 2026
Tahap awal ini bertujuan untuk mengenalkan konsep Pesantren Ekologi kepada sekolah, guru, siswa, serta orang tua. Sosialisasi dilakukan agar seluruh pihak memahami tujuan dan mekanisme kegiatan.
2. Launching
24 Februari 2026
Peluncuran program diisi dengan ceramah awal Ramadhan. Momentum ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan sekaligus penguatan pesan spiritual tentang pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari iman.
3. Tadabur Alam
24 Februari 2026
Kegiatan ini diisi dengan Pancaniti, yakni:
Melalui Tadabur Alam, siswa diajak merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta. Aktivitas ini biasanya dilakukan di lingkungan sekolah atau ruang terbuka, dengan pendekatan reflektif dan edukatif.
4. Aksi Syukur
27 Februari, 6 Maret, dan 13 Maret 2026
Pada tahap ini, siswa mengaktualisasikan rasa syukur dan tanggung jawab melalui berbagai kegiatan, seperti:
Aksi ini menjadi wujud konkret pembelajaran Ramadhan. Tidak hanya berfokus pada ibadah personal, tetapi juga berbagi, peduli, dan berkontribusi pada lingkungan sekitar.
5. Penutupan
13 Maret 2026
Rangkaian kegiatan ditutup secara resmi. Momen ini biasanya diisi refleksi, evaluasi, serta penguatan komitmen untuk terus menjaga lingkungan setelah Ramadhan berakhir.
Pesantren Ekologi bukan sekadar program musiman. Lebih dari itu, ia merupakan strategi pembentukan generasi masa depan yang sadar bahwa krisis lingkungan adalah persoalan bersama.
Dalam perspektif Islam, manusia adalah khalifah di bumi. Artinya, Anda dan generasi muda memiliki amanah untuk menjaga keseimbangan alam.
Ketika nilai agama dipadukan dengan aksi ekologis, lahirlah karakter yang tidak hanya taat beribadah, tetapi juga bertanggung jawab terhadap bumi.
Program ini juga memperkuat pendidikan berbasis proyek (project-based learning). Siswa belajar melalui pengalaman langsung, bukan hanya ceramah di kelas.
Pendekatan seperti ini terbukti lebih efektif dalam membentuk kebiasaan baik.***