Jumat, 21 Januari 2022

Dua Korban Longsor Pagentan Sempat Sulit Berkomunikasi, Kondisinya Makin Membaik

Setelah dilakukan pendampingan dan bimbingan oleh psikolog PMI Banjarnegara, kondisi psikologi OL dan KR yang merupakan korban selamat longsor di Pagentan sudah membaik. Bahkan keduanya sudah mulai beraktivitas seperti sebelumnya.


Banjarnegara, Serayunews.com

OL dan KR merupakan korban selamat bencana tanah longsor yang menewaskan orangtua mereka beberapa waktu lalu. Keduanya sempat drop dan susah diajak komunikasi. Namun dengan pendampingan psikologis yang dilakukan oleh PMI Kabupaten Banjarnegara, kondisinya membaik secara bertahap.

Psikolog sekaligus Pengurus Bidang Pelayanan Kesehatan PMI Kabupaten Banjarnegara Gones Saptowati mengatakan, secara umum kondisi kedua penyintas yakni OL dan KR sudah membaik. Selain itu kesejahteraan psikologis juga sudah meningkat.

Baca juga  Rayakan Tahun Baru 2022, Ketua DPRD Cilacap Taufik Nurhidayat: di Rumah Saja!

“Penyintas sudah mampu berkomunikasi lebih baik, lancar dalam bersosialisasi serta menjalankan aktivitasnya termasuk sekolah secara tatap muka,” ujarnya.

Kondisi tersebut tentunya tak lepas dari peranan kerabat serta keluarga dekat dan lingkungan yang telah ikut serta membantu dalam proses penguatan terutama pengembangan dan pengembalian rasa percaya diri. Pihaknya menambahkan, secara umum program intervensi telah selesai, namun pendampingan jangka panjang akan tetap di lakukan guna memantau tumbuh kembang agar optimal tentunya dengan berkomunikasi intens bersama keluarga penyintas.

Sementara itu Ketua PMI Kabupaten Banjarnegara Amalia Desiana mengatakan, program dukungan psikososial merupakan salah satu intervensi PMI yang terus diberikan dalam upaya pemulihan kondisi penyintas agar dapat seperti sedia kala.

Baca juga  Kepala Sekolah Dasar Negeri di Kedungwringin Optimis Bisa PTM 100 Persen Dengan Aman, Setelah Dibantu Vaksinasi Anak oleh Binda Jateng

“Tentunya intervensi yang dilakukan menggunakan program dan tolok ukur yang tepat dan dilakukan oleh Relawan yang ber spesifikasi PSP dg bersinergi bersama pemerintah atau mitra terkait,” paparnya.

Program pendampingan dukungan psikososial sangat dekat dan tidak hanya dilakukan pada saat pasca bencana. Program itu juga dilakukan setiap saat ketika menjumpai kasus sosial yang memerlukan intervensi secara khusus, seperti yang dilakukan kemarin saat pandemi Covid-19.

Berita Terkait

Berita Terkini