
BANYUMAS, SERAYUNEWS – Lebih dari seratus siswa MAN 2 Banyumas mengalami gejala dugaan keracunan massal. Dalam waktu yang hampir bersamaan, para siswa mengeluhkan pusing, mual, sakit perut, hingga diare.
Dugaan sementara, kondisi ini dipicu oleh makanan yang mereka konsumsi pada Senin (10/08/2026), salah satunya menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski demikian, penyebab pasti dari peristiwa ini belum dapat disimpulkan karena petugas puskesmas dan Dinas Kesehatan masih mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium.
“Dihasilkan data dengan keluhan yang sama, data nunggu dari Puskesmas. Langkah yang dilakukan mengkoordinasikan data tersebut satgas MBG dan pihak terkait,” kata Kepala Kantor Kemenag Banyumas, Ibnu Asaddudin, Rabu (12/08/2026).
Ibnu menjelaskan bahwa pihak Kemenag hanya berfokus pada pendataan dan koordinasi antarinstansi.
“Untuk tindak lanjut menjadi wilayah SPPG dan Dinkes. Memastikan data yang terus bertambah dengan minta data dari Puskesmas yang sedang edarkan gogel form. Kemudian melaporkan perkembangan ke pimpinan masing-masing,” kata dia.
Berdasarkan laporan petugas piket MAN 2 Banyumas, Hari Prasetyo, kronologi munculnya gejala pada siswa mulai terdeteksi sejak pagi hari:
Pukul 08.12 WIB: Seorang siswa kelas XI Tahfidz mengalami muntah-muntah. Siswa tersebut dilaporkan sudah merasa pusing sejak hari Selasa.
Pukul 08.14 WIB: Dua siswa mendatangi piket untuk izin pulang karena mengalami diare.
Pukul 08.21 WIB: Menyusul laporan dari kelas lain bahwa ada dua siswa yang tidak masuk sekolah akibat diare.
Pukul 08.30 WIB: Dua siswa kelas X atas nama Hibban dan Syafiq izin sakit dengan keluhan serupa.
Mendapati laporan yang terus berulang, pihak sekolah langsung melakukan penelusuran ke kelas-kelas lain. Hasilnya, ditemukan keluhan serupa di kelas XI AKD 2 (18 anak), kelas X Riset (3 anak), dan kelas XI Tahfidz (2 anak). Atas temuan tersebut, madrasah berinisiatif melakukan pendataan menyeluruh melalui seluruh wali kelas.
“Sampai saat ini masih menunggu hasil lab oleh SPPG dan tim sudah turun semua,” tambah Ibnu.
Sementara itu, Wakil Kepala MAN 2 Banyumas, Budiono, menyampaikan bahwa ada kemungkinan pengiriman MBG tetap berjalan pada Rabu (12/8/2026). Ia juga menyebutkan bahwa pada Selasa (11/08/2026) lalu, sebagian makanan sempat dikembalikan meski sudah dikirim ke madrasah.
“Menu MBG kemarin (Senin) yaitu nasi putih, ayam dadu bumbu woku, oreg tempe, tumis pokcay jagung dan anggur merah. Dari puskesmas sudah mengambil sampel makanan untuk uji lab memastikan penyebab sakitnya anak,” kata dia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Banyumas, Sito Hatmoko, SKM, M.K.M, menegaskan bahwa penyebab pasti insiden ini belum dapat disimpulkan. Saat ini, sampel makanan dari puskesmas dan dinas sedang dikirim untuk diuji di laboratorium Semarang.
“Tercatat 101 anak mengeluh sakit perut dan diare. Untuk lengkapnya belum kami rekap,” katanya.