
KOTA TEGAL, SERAYUNEWS-Program magang tidak seharusnya hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memenuhi kewajiban akademik. Lebih dari itu, masa magang menjadi kesempatan untuk belajar, memahami persoalan di lapangan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan tempat mereka belajar dan bekerja.
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono saat menerima secara resmi 169 mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Purwokerto yang akan melaksanakan program magang sebagai tenaga pendidik di sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Tegal, Selasa (1/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Kota Tegal secara khusus mendorong mahasiswa agar tidak sekadar menjadi peserta yang hadir, mengikuti kegiatan, lalu menyelesaikan masa magang. Mahasiswa diharapkan aktif mengamati, belajar, berinteraksi, dan memberikan kontribusi sesuai kapasitas akademik yang dimiliki.
“Ketika masuk ke dalam pemerintahan dan lingkungan sekolah, mahasiswa akan melihat bagaimana organisasi bekerja. Kalian akan melihat bagaimana kebijakan menjadi program. Pesan saya kepada peserta magang, jangan hanya sekadar hadir. Belajarlah dan carilah pengalaman. Jangan menjadi pengamat, tetapi berikan kontribusi,” tegas Sekda Kota Tegal.
Menurutnya, lingkungan sekolah merupakan tempat yang tepat bagi mahasiswa untuk menguji pengetahuan yang selama ini diperoleh di bangku perkuliahan. Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana proses pendidikan berlangsung, bagaimana guru menjalankan tugasnya, serta bagaimana berbagai kebijakan pendidikan diterapkan dalam praktik.
Sekda juga mengajak mahasiswa untuk memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan yang ditemui selama menjalankan program magang. Pengalaman tersebut, menurutnya, dapat menjadi pembelajaran berharga sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk menyumbangkan pemikiran.
“Pelajari budaya kerjanya, pahami bagaimana pelayanan publik dijalankan, serta cermati persoalan yang dihadapi oleh guru dan siswa. Jika kalian memiliki gagasan yang konstruktif, sampaikanlah. Pemerintah Kota Tegal terbuka terhadap masukan-masukan segar dari kalian yang notabene adalah akademisi,” imbuhnya.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa UT Purwokerto di lingkungan sekolah bukan hanya sebagai tenaga magang, tetapi juga sebagai bagian dari proses membangun kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

Sebagai mahasiswa yang berada dalam lingkungan akademik, mereka diharapkan mampu membawa cara berpikir kritis dan objektif dalam melihat berbagai tantangan pendidikan. Temuan selama berada di sekolah dapat menjadi bahan refleksi, diskusi, bahkan gagasan perbaikan yang dapat disampaikan secara konstruktif kepada pihak terkait.
Kegiatan penerimaan mahasiswa magang diawali dengan penyerahan peserta magang dari UT Purwokerto kepada Sekretaris Daerah Kota Tegal secara simbolis. Prosesi tersebut menjadi penanda resmi dimulainya program magang yang merupakan implementasi kerja sama antara UT Purwokerto dengan Dinas Pendidikan Kota Tegal.
Program ini menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam memberikan pengalaman pembelajaran berbasis praktik kepada mahasiswa.
Setelah prosesi penyerahan, kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan teknis oleh Dinas Pendidikan Kota Tegal. Pembekalan diberikan sebagai bekal bagi mahasiswa sebelum menjalankan aktivitas magang di sekolah masing-masing.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tegal menyampaikan harapan agar pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama berada di sekolah dapat memperkuat kompetensi mereka, khususnya dalam melaksanakan proses pembelajaran dan memahami karakteristik lingkungan pendidikan.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebelum benar-benar terjun ke dunia pendidikan secara profesional.
Program magang 169 mahasiswa UT Purwokerto di Kota Tegal pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai pengalaman mengajar. Di balik kegiatan tersebut terdapat proses pembelajaran yang lebih luas, yakni bagaimana mahasiswa memahami organisasi, budaya kerja, pelayanan publik, komunikasi, serta berbagai persoalan nyata yang dihadapi satuan pendidikan.
Perpaduan antara bekal akademik dari perguruan tinggi dan pengalaman langsung di lapangan diharapkan mampu membentuk calon pendidik yang tidak hanya memiliki kemampuan mengajar, tetapi juga mampu beradaptasi, berpikir kritis, bekerja sama, dan memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dengan semangat tersebut, kehadiran 169 mahasiswa UT Purwokerto di sekolah-sekolah Kota Tegal diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan program magang. Mereka diharapkan mampu meninggalkan pengalaman, gagasan, dan kontribusi positif yang dapat memberikan manfaat bagi sekolah maupun lingkungan pendidikan di Kota Tegal.
Magang bukan sekadar tentang hadir dan belajar, tetapi tentang bagaimana ilmu yang dimiliki dapat memberikan kontribusi dan gagasan untuk perubahan.