
-Masalah ketahanan pangan guna mendukung swasembada terus digencarkan secara massif, Banjarnegara sendiri telah sukses mengembangkan tanaman padi dengan menambah area tanam padi hingga 2.000 hektare.
Dengan tambahan dan sistem pola tanam, Banjarnegara diprakirakan akan surplus beras hingga 40 ribu ton per tahun. Angka tersebut sesuai dengan kebutuhan beras dan hasil panen padi di Kabupaten Banjarnegara.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, Peternakan, dan Ketahanan Pangan Banjarnegara Firman Satpa Adi mengatakan, untuk Kabupaten Banjarnegara, program ketahanan pangan khususnya beras sudah sesuai pada trek yang sesuai.
Fokus ini sejalan dengan instruksi presiden terkait swasembada pangan nasional, khsusunya padi. Prpgram ini secara massif terus digaungkan pemerintah pusat hingga daerah. Saat ini, dengan data yang ada, Kabupaten Banjarnegara mampu memenuhi program ketahanan pangan lokal, bahkan surplus.
Menurutnya, optimisme Banjarnegara dalam surplus beras ini dilihat dari data yang ada, termasuk adanya peningkatan tajam pada luasan lahan persawahan, pada tahun 2024, luas lahan tanaman padi di Banjarnegara mencapai 25.500 hektare, sementara pada tahun 2025 telah mencapai 27.500an hektare.
“Artinya, ada penambahan sekitar 2.000 hektare lahan. Dan ini dapat mendukung program ketahanan pangan secara nasional yang telah digaungkan presiden,” katanya.
Selain itu, dukungan pemerintah pusat dalam mendukung ketahanan pangan juga sangat membantu, mulai dari peningkatan lahan melalui irigasi perpipaan, irigasi pompa, perluasan maupun optimaslisasi lahan, termasuk bantuan bibit dan peralatan pertanian lainnya.
Dengan dorongan pemerintah pusat dan provinsi, maka terjadi peningkatan atau perluasan lahan, termasuk optimalisasi lahan demi mendukung program ketahanan pangan dengan target swasembada beras.
“Dengan luas lahan mencapai 27.500 hektare lebih, dapat menghasilkan sekitar 176 ribu ton gabah kering giling, atau setara dengan sekitar 120 ribu ton per tahun. Sementara berdasarkan kajian BPS dengan jumlah penduduk Banjarnegara sekitar 1 juta sekian, dan kebutuhan makan sekitar 1,75 ons per orang per hari, maka dibutuhkan sekitar 80 ribu ton per tahun. Dengan begitu maka Banjarnegara surplus beras mencapai 40 ribu ton per tahun,” ujarnya.
Berdasarkan data tersebut, maka Banjarnegara sudah berhasil mencapai swasembada pangan, dan bahkan ikut mendukung ketahanan pangan secara regional maupun nasional.
Tak cukup sampai di situ, dukungan program ketahanan pangan ini juga dilakukan melalui bantuan alat pertanian, termasuk mengoptimalkan lahan. “Artinya, jika biasanya satu tahun satu kali panen, kini menjadi dua kali, atau bahkan tiga kali panen,” katanya.