
PURBALINGGA, SERAYUNEWS – Festival Gunung Slamet (FGS) ke-9 resmi dibuka di Desa Wisata Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jumat (3/7/2026).
Tahun ini, festival budaya yang menjadi agenda wisata tahunan tersebut tidak hanya menghadirkan beragam atraksi seni dan tradisi, tetapi juga membawa harapan baru bagi masyarakat Desa Serang dan sekitarnya untuk bangkit setelah sempat terdampak bencana alam.
Momentum pembukaan Festival Gunung Slamet 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk mengajak masyarakat kembali optimistis menata kehidupan.
Festival ini diyakini mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat melalui meningkatnya kunjungan wisatawan selama penyelenggaraan acara.
Dalam sambutannya saat membuka Festival Gunung Slamet ke-9, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Desa Serang yang dinilai tetap kuat dan tangguh menghadapi berbagai ujian, termasuk bencana alam yang sempat melanda kawasan tersebut.
Menurutnya, bencana memang menjadi musibah yang tidak dapat dihindari. Namun, kondisi tersebut tidak boleh memadamkan semangat masyarakat untuk kembali bangkit.
“Desa Serang dan sekitarnya bisa bangkit kembali, walaupun kemarin kita sempat diuji, dicoba dengan suatu bencana alam yang tidak bisa kita hindari bersama. Saya melihat semoga event ini menjadi daya tarik sekaligus daya ungkit bagi warga masyarakat yang kemarin terdampak agar kembali bersemangat, kembali bergelora, dan kembali memiliki motivasi yang luar biasa untuk menjalankan kehidupan ke depan” ujar Wakil Bupati dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh warga yang tetap kompak menghadapi cobaan bersama. Pemerintah Kabupaten Purbalingga, lanjutnya, akan terus mendampingi masyarakat dalam proses pemulihan dan pembangunan daerah.
“Terima kasih untuk warga-warga yang kuat, warga-warga yang tangguh terutama warga Desa Serang dan sekitarnya yang telah melalui cobaan bersama-sama. Kami selaku Pemerintah Kabupaten Purbalingga tentunya akan terus membersamai dan bergandengan tangan untuk mewujudkan masyarakat Purbalingga yang makmur dan sejahtera” katanya.
Di akhir sambutannya, Wakil Bupati secara resmi membuka Festival Gunung Slamet ke-9 yang akan berlangsung selama dua hari.
Puncak kemeriahan Festival Gunung Slamet 2026 akan berlanjut pada hari kedua melalui berbagai agenda budaya yang menjadi ciri khas festival.
Pengunjung akan disuguhi Tari Kolosal Gunung Slamet yang melibatkan sekitar 30 hingga 40 penari. Pertunjukan ini menjadi salah satu ikon Festival Gunung Slamet yang selalu dinantikan setiap penyelenggaraan.
Selain itu, akan digelar kirab budaya yang membawa ritual penuangan air dari Mata Air Sikopyah sebagai simbol rasa syukur masyarakat terhadap sumber kehidupan di lereng Gunung Slamet.
Agenda lain yang tidak kalah menarik adalah Grebeg Gunungan hasil bumi. Gunungan tersebut disusun menggunakan berbagai komoditas unggulan Desa Serang dari berbagai ketinggian wilayah, mulai dari sayuran, buah, hingga hasil bumi lainnya sebagai bagian dari tradisi masyarakat setempat.
Prosesi rebutan hasil bumi selalu menjadi magnet bagi wisatawan karena menghadirkan suasana meriah sekaligus menggambarkan rasa syukur masyarakat atas hasil pertanian yang melimpah.
Dengan rangkaian kegiatan tersebut, Festival Gunung Slamet 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan budaya tahunan, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan masyarakat Desa Serang sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal setelah melewati masa sulit akibat bencana.