
KEBUMEN, SERAYUNEWS – Karnaval Pembangunan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Kebumen digelar hari ini, Selasa, 18 Agustus 2026.
Pelaksanaan karnaval membuat sejumlah ruas jalan di pusat Kabupaten Kebumen mengalami penutupan dan rekayasa lalu lintas.
Satlantas Polres Kebumen menutup sejumlah persimpangan untuk mengamankan jalur pawai sekaligus mengantisipasi kepadatan kendaraan.
Bagi warga yang hendak beraktivitas di pusat kota Kebumen, penting mengetahui rute karnaval, titik penutupan jalan, serta jalur alternatif agar perjalanan tidak terganggu.
Berdasarkan denah rekayasa lalu lintas dari Satlantas Polres Kebumen, rombongan Karnaval Pembangunan akan melintasi sejumlah ruas jalan di pusat kota.
Rute karnaval dimulai dari depan SMA Negeri 1 Kebumen.
Selanjutnya, rombongan bergerak melalui:
Rombongan kemudian mengakhiri perjalanan di Simpang 3 Kantor Pos Kebumen.
Sementara itu, panggung kehormatan berada di depan Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Kebumen.
Untuk mengamankan jalur pawai, Satlantas Polres Kebumen memberlakukan penutupan total akses kendaraan di sejumlah persimpangan strategis menuju pusat kota.
Berikut 10 titik yang ditutup:
Penutupan tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan peserta dan masyarakat selama Karnaval Pembangunan berlangsung.
Selain sejumlah persimpangan, Kawasan Alun-Alun Pancasila Kebumen juga disterilkan dari seluruh jenis kendaraan bermotor selama agenda pawai berlangsung.
Kondisi tersebut perlu diperhatikan warga yang hendak menuju pusat kota, terutama pengguna kendaraan pribadi.
Satlantas Polres Kebumen mengimbau masyarakat lokal yang tetap harus beraktivitas di sekitar pusat kota untuk memperhitungkan waktu perjalanan dan memilih jalur alternatif.
Sementara bagi pengemudi kendaraan antarkota maupun kendaraan dari luar daerah yang hanya melintas, kepolisian mengimbau agar tidak masuk ke kawasan pusat Kota Kebumen.
Pengendara dari luar daerah disarankan memanfaatkan Jalur Lingkar (Ring Road) untuk menghindari kepadatan akibat pelaksanaan Karnaval Pembangunan.
Dengan mengetahui rute dan titik penutupan jalan sejak awal, masyarakat dapat menyesuaikan perjalanan dan menghindari kawasan yang menjadi pusat kegiatan pawai. (Tiya Monalisa)