
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Purwokerto menjadi kota pertama yang disinggahi PT Mega Akses Persada (FiberStar) dalam rangkaian roadshow nasional GO! NEXT 2026.
Melalui forum bertajuk The Future of Education Technology di Grand Karlita Purwokerto, Rabu (5/8/2026), perusahaan memperkenalkan solusi konektivitas digital bagi sekolah dan lembaga nonprofit.
Roadshow yang mengusung tema “Go Digital. Go Further.” ini akan digelar di 24 kota sepanjang 2026.
Kegiatan tersebut menjadi wadah diskusi antara penyedia teknologi dengan sekolah, yayasan pendidikan, hingga organisasi nonprofit mengenai percepatan transformasi digital di dunia pendidikan.
FiberStar memilih Purwokerto sebagai kota pembuka karena dinilai memiliki potensi besar dalam pertumbuhan ekonomi, pendidikan, serta pengembangan sumber daya manusia di wilayah Banyumas dan sekitarnya.
Menurut perusahaan, daerah dengan aktivitas pendidikan yang terus berkembang membutuhkan dukungan infrastruktur digital yang memadai agar proses belajar mengajar semakin efektif dan mampu mengikuti perkembangan teknologi.
Branch Manager FiberStar Central Java, Hendi Arlinto, mengatakan Purwokerto menjadi lokasi strategis untuk memulai rangkaian kegiatan tersebut.
“Purwokerto menjadi kota pertama dari rangkaian GO! NEXT 2026 yang akan hadir di 24 kota di Indonesia. Kami percaya bahwa pembangunan infrastruktur digital harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui forum ini, FiberStar ingin menghadirkan solusi konektivitas yang relevan bagi institusi pendidikan, termasuk sekolah-sekolah yang belum terjangkau jaringan fiber optik. Dengan konektivitas yang andal dan skema harga yang terjangkau, kami berharap dapat menjadi bagian dari percepatan transformasi digital sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Purwokerto dan wilayah sekitarnya,” ujar Hendi.
Pada kesempatan tersebut, FiberStar memperkenalkan Star Edu, layanan internet satelit berbasis Starlink yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan sekolah, terutama yang berada di wilayah belum terjangkau jaringan fiber optik.
Layanan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai backup link atau jaringan cadangan.
Dengan demikian, kegiatan belajar mengajar berbasis digital tetap dapat berlangsung ketika koneksi internet utama mengalami gangguan.
FiberStar menilai transformasi digital di sektor pendidikan tidak cukup hanya dengan menyediakan akses internet.
Infrastruktur yang stabil dan mampu menjangkau daerah terpencil juga menjadi kebutuhan penting agar seluruh sekolah memiliki kesempatan yang sama dalam memanfaatkan teknologi.
Melalui GO! NEXT, FiberStar ingin mendorong pemanfaatan teknologi sebagai pendukung peningkatan kualitas layanan dan efisiensi operasional di berbagai sektor, termasuk pendidikan.
Program GO! NEXT sendiri merupakan singkatan dari Go! Nurture Economy x Technology, yang berarti Ayo! Menumbuhkan Ekonomi Melalui Teknologi.
Melalui program tersebut, perusahaan berharap dapat membantu institusi pendidikan maupun pelaku usaha memanfaatkan teknologi secara lebih optimal.
Menurut FiberStar, di tengah tantangan ekonomi saat ini, transformasi digital menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan daya saing organisasi sekaligus menjaga keberlanjutan layanan kepada masyarakat.
Selain memperkenalkan teknologi konektivitas satelit, FiberStar juga menawarkan skema harga khusus bagi sekolah dan lembaga nonprofit.
Program tersebut ditujukan agar sekolah negeri, sekolah berbasis keagamaan seperti Muhammadiyah, maupun lembaga sosial dapat memperoleh layanan internet satelit dengan biaya yang lebih terjangkau sehingga pemerataan akses digital dapat semakin luas.
Setelah Purwokerto, rangkaian GO! NEXT 2026 akan berlanjut ke 23 kota lainnya di Indonesia.
Selain memperkenalkan berbagai solusi konektivitas, FiberStar akan membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, institusi pendidikan, komunitas, hingga pelaku usaha untuk mempercepat transformasi digital di berbagai wilayah.
FiberStar merupakan perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi berbasis serat optik yang berdiri pada 2014.
Selain menyediakan jaringan fiber optik bagi operator telekomunikasi, ISP, perusahaan, dan instansi pemerintah, perusahaan juga menghadirkan layanan konektivitas satelit untuk wilayah blank spot maupun sebagai jaringan cadangan.