Senin, 21 Juni 2021

Geger Temuan Mayat Balita di Saluran Irigasi Gandrungmangu Cilacap, Begini Kronologinya

Anggota Polsek Gandrungmangu dibantu TNI dan warga evakuasi korban dari saluran irigasi (dok)

Warga Gandrungmangu Cilacap digegerkan dengan penemuan sesosok mayat mengambang di saluran irigasi desa pada Jumat (11/06) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Sosok mayat tersebut diketahui sorang balita perempuan masih berumur enam tahun asal dari Kunci Sidareja.


Gandrungmangu, serayunews.com

Kapolsek Gandrungmangu AKP Sudrio mengatakan, bahwa pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian setelah mendapat laporan adanya penemuan mayat di saluran irigasi tepatnya di Dusun Kedungreja RT 04 RW 06 Desa Gandrungmangu Kecamatan Gandrungmangu Cilacap.

“Pada hari Jumat (11/06) pagi sekitar pukul 06.00 WIB, saksi Giyo (40) melihat mayat terapung di irigasi, kemudian memberitahukan kepada saksi dua Wagiman (50), kemudian warga berdatangan, kemudian ada pihak keluarga yang datang dan membenarkan bahwa korban tersebut adalah anggota keluarganya yang hilang sejak kamis malam,” ujar Kapolsek saat dikonfirmasi, Jumat (11/06).

Adapun identitas korban adalah Oktavia Siti Khumaira (6) masih Pendidikan Anak Usia Dini, alamat Ciparuk RT 04 RW 02 Kunci Kecamatan Sidareja. Korban dilaporkan hilang sejak Kamis (10/06) malam.

“Kamis (10/06) sekitar pukul 17.00 WIB, korban pergi ke irigasi, kemudian ada orang yang melihat ia mandi di irigasi, sekitar pukul 18.00 WIB pihak keluarga bersama warga  mecari korban, tetapi hingga larut malam tidak ditemukan,” ujarnya.

Kapolsek Gandrungmangu AKP Sudrio, anggota Reskrim dan Tim Kesehatan Puskesmas sedang memintai keterangan dari keluarga korban

Kapolsek menambahkan, setelah pihaknya mendatangi TKP beserta anggota reskrim dan tim kesehatan, selanjutnya jenazah dibawa ke Puskesmas Gandrungmangu satu untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Sebab pihak keluarga menolak untuk di autopsi.

“Hasil pemeriksaan tim kesehatan, diduga korban sudah meninggal selama delapan jam di irigasi, dengan kondisi keluar darah dari hidung, dan keluar lendir dari mulutnya. Sementara jarak rumah korban dengan TKP sejauh sekitar lima kilo meter, dengan kedalaman irigasi sekitar tiga meter,” ujarnya.

Baca juga Pelayanan Kesehatan ke Masyarakat Miskin Baru 27 Persen, Bupati Tatto: Pandemi Jadi Kendalanya

Editor :M Amron

Berita Terkait

- Advertisement -

Berita Terkini