
SERAYUNEWS — Rutan Kelas IIB Banyumas kembali menggelar penggeledahan rutin di kamar hunian warga binaan. Kali ini, razia difokuskan di Blok Arjuna dengan hasil yang menegaskan komitmen “Zero Halinar” (handphone, pungli, dan narkoba).
Penggeledahan dilakukan secara terstruktur, diawali apel persiapan dan pembagian tugas, sebelum petugas menyisir seluruh kamar hingga ke sudut-sudut yang berpotensi menjadi tempat penyimpanan barang terlarang.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR), Pratama Deri Budiwiratmo, menegaskan kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
“Penggeledahan rutin ini merupakan langkah preventif yang terus kami lakukan sebagai bagian dari deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Dari hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan barang terlarang seperti handphone maupun narkoba.
Meski nihil barang berbahaya, petugas tetap mengamankan sejumlah benda yang tidak semestinya berada di dalam kamar hunian.
Barang tersebut di antaranya dua koin, kartu gaple, dua potong besi, serta satu buah batu yang dinilai berpotensi disalahgunakan.
Temuan ini sekaligus menunjukkan bahwa pengawasan di dalam rutan berjalan konsisten dan detail.
Salah satu warga binaan berinisial D (45) menyebut proses penggeledahan berlangsung tertib dan tetap mengedepankan pendekatan humanis.
“Kami memahami ini untuk kebaikan bersama. Petugas melaksanakan tugas dengan baik, sopan, dan tidak berlebihan,” katanya.
Kepala Rutan Banyumas, Anggi Febiakto, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi praktik pelanggaran di dalam rutan.
“Zero Halinar bukan hanya sekadar slogan, tetapi komitmen yang harus diwujudkan melalui langkah konkret. Kami tidak akan memberi ruang bagi handphone, pungli, maupun narkoba di dalam rutan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara petugas dan warga binaan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Melalui penggeledahan rutin ini, Rutan Banyumas memastikan lingkungan tetap steril dari potensi gangguan keamanan. Kondisi yang kondusif diharapkan mampu mendukung proses pembinaan warga binaan secara optimal.