
SERAYUNEWS – Masa pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs akan segera berakhir pada 28 Februari 2026.
Menjelang tenggat tersebut, sekolah diminta memastikan seluruh proses administrasi peserta telah diselesaikan dengan benar.
Salah satu tahapan yang kerap membuat bingung adalah generate nopes TKA 2026.
Istilah ini merujuk pada proses penerbitan nomor peserta ujian. Meski terdengar sederhana, tahap ini tidak dilakukan oleh sekolah secara langsung.
Lalu siapa yang mengerjakannya? Dan bagaimana alur lengkapnya sampai siswa menerima kartu peserta?
Informasi resmi dari Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyebutkan bahwa penerbitan nomor peserta dilakukan oleh operator pendataan di tingkat kabupaten/kota, provinsi, atau cabang dinas pendidikan.
Sekolah hanya berperan dalam menyiapkan dan memastikan data siswa sudah benar sebelum dikirim ke sistem.
Proses generate dilakukan melalui sistem dengan mengaktifkan fitur penguncian akhir.
Setelah tahapan tersebut dijalankan oleh operator daerah, sistem akan menerbitkan nomor peserta resmi sekaligus Daftar Nominasi Tetap (DNT).
Agar tidak terjadi salah persepsi, penting untuk memahami bahwa generate nopes berada di bagian akhir rangkaian pendaftaran.
Sebelum sampai pada tahap tersebut, ada sejumlah proses yang harus dilalui.
1. Pemeriksaan Awal Data oleh Sekolah
Operator sekolah terlebih dahulu memuat data siswa ke dalam aplikasi TKA.
Apabila ditemukan kesalahan atau ketidaksesuaian, data dapat diperbaiki sebelum difinalisasi.
Setelah data dianggap benar, formulir pendaftaran dicetak dan dibagikan kepada siswa untuk diverifikasi.
2. Konfirmasi dari Orang Tua atau Wali
Orang tua memiliki peran penting dalam memastikan identitas anak sudah sesuai.
Mereka meneliti kembali data pada formulir dan menentukan apakah anaknya akan mengikuti TKA.
Formulir yang telah dilengkapi kemudian dikembalikan ke sekolah bersama pasfoto terbaru ukuran 3×4.
3. Pengecekan Ulang dan Penyimpanan Data
Sekolah kembali menyesuaikan data formulir dengan yang ada di sistem.
Jika sudah cocok, data disimpan dan diteruskan untuk proses berikutnya.
Tahap ini menjadi penyaring penting sebelum data masuk ke tingkat pendataan daerah.
4. Penerbitan Daftar Nominasi Sementara (DNS)
Data yang telah masuk akan diolah oleh operator pendataan di tingkat daerah dan menghasilkan Daftar Nominasi Sementara (DNS).
Dokumen ini dikirim kembali ke sekolah untuk diverifikasi oleh wali kelas.
Tujuannya memastikan tidak ada kekeliruan identitas maupun status kepesertaan.
5. Finalisasi dan Penguncian Data
Jika DNS sudah sesuai, sekolah mengunggah ulang data ke sistem dan melakukan penguncian.
Setelah data dikunci, perubahan tidak lagi dapat dilakukan. Oleh sebab itu, ketelitian sebelum tahap ini sangat menentukan.
Setelah data dinyatakan final dan terkunci, operator pendataan tingkat kabupaten/kota/provinsi melakukan pemeriksaan akhir.
Jika seluruh data telah sesuai, operator mengaktifkan fitur penguncian akhir pada sistem.
Dari proses inilah nomor peserta TKA diterbitkan dan Daftar Nominasi Tetap (DNT) resmi keluar.
Dokumen tersebut kemudian dikirim kembali ke satuan pendidikan sebagai dasar pencetakan kartu peserta. Inilah yang disebut sebagai generate nopes TKA 2026.
Tahap berikutnya berada di tangan sekolah kembali. Kepala satuan pendidikan wajib membuat dan menandatangani Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) bermeterai serta dibubuhi stempel resmi.
Dokumen tersebut menjadi syarat untuk memperoleh kartu peserta dan akun login ujian.
Baru setelah itu siswa menerima kartu peserta dan akun yang akan digunakan pada hari pelaksanaan TKA.
Berikut jadwal yang perlu Anda perhatikan:
Jenjang SD/MI
Jenjang SMP/MTs
Dengan waktu pendaftaran yang semakin singkat, sekolah perlu memastikan semua tahapan administrasi telah selesai sebelum batas akhir
Nomor peserta menjadi identitas utama siswa dalam sistem TKA. Tanpa nomor tersebut, siswa tidak dapat mengakses ujian maupun sistem login.
Kesalahan sekecil apa pun dalam penulisan data dapat berdampak pada pelaksanaan ujian.
Oleh karena itu, meskipun generate dilakukan oleh operator tingkat daerah, tanggung jawab akurasi data tetap dimulai dari sekolah.
Memahami alur ini akan membantu Anda menghindari kendala administrasi di menit-menit terakhir menjelang penutupan pendaftaran.***