Harga BBM Pertamina April 2025/Dok. Serayunews-Umi Uswatun Hasanah
SERAYUNEWS – Memasuki akhir Juli 2025, harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi topik yang menyita perhatian publik.
PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga sejumlah jenis BBM nonsubsidi. Penyesuaian ini berlaku untuk berbagai wilayah di Indonesia dan telah efektif diberlakukan sejak awal bulan.
Kenaikan harga ini bukan tanpa dasar. Penyesuaian tarif mengikuti acuan dari Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang mengatur tentang formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM umum.
Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga BBM
Harga minyak mentah dunia yang terus berfluktuasi, terutama setelah ketegangan geopolitik di beberapa wilayah penghasil minyak.
Kurs rupiah terhadap dolar AS, yang memengaruhi biaya impor dan distribusi.
Biaya logistik dan distribusi BBM, yang berbeda-beda di tiap wilayah Indonesia.
Kebijakan energi nasional, yang menyesuaikan harga BBM agar pasokan tetap terjaga tanpa membebani anggaran negara.
BBM Nonsubsidi Naik, Subsidi Tetap Stabil
Jika Anda menggunakan Pertalite atau Bio Solar, tak perlu khawatir. Kedua jenis BBM bersubsidi ini masih bertahan di harga lama:
Pertalite: Rp10.000 per liter
Bio Solar: Rp6.800 per liter
Namun, bagi pengguna BBM nonsubsidi seperti Pertamax atau Dexlite, Anda perlu mencatat perubahan berikut:
Pertamax: dari Rp12.100 menjadi Rp12.500/liter
Pertamax Turbo: dari Rp13.050 menjadi Rp13.500/liter
Pertamax Green 95: dari Rp12.800 menjadi Rp13.250/liter
Dexlite: dari Rp12.740 menjadi Rp13.320/liter
Pertamina Dex: dari Rp13.200 menjadi Rp13.650/liter
Pertamina menyebut penyesuaian ini sebagai bentuk respons terhadap fluktuasi harga minyak dunia dan kurs rupiah. Langkah ini juga dilakukan untuk menjamin ketersediaan pasokan energi nasional.
Harga BBM Bisa Beda Tiap Wilayah
Penting untuk diketahui bahwa harga BBM Pertamina tidak seragam di seluruh Indonesia. Berikut adalah daftar harga BBM nonsubsidi terbaru di beberapa wilayah pada 25 Juli 2025:
Wilayah Jawa dan Bali:
Pertamax: Rp12.500
Pertamax Turbo: Rp13.500
Pertamax Green 95: Rp13.250
Dexlite: Rp13.320
Pertamina Dex: Rp13.650
Wilayah Sumatera:
Aceh, Sumut, Jambi, Sumsel, Babel, Lampung
Pertamax: Rp12.800
Turbo: Rp13.800
Dexlite: Rp13.610
Dex: Rp13.950
Sumbar, Riau, Kepri, Bengkulu
Pertamax: Rp13.100
Turbo: Rp14.100
Dexlite: Rp13.900
Dex: Rp14.250
Wilayah Kalimantan:
Kalimantan Barat, Tengah, Timur, Utara
Pertamax: Rp12.800
Turbo: Rp13.800
Dexlite: Rp13.610
Dex: Rp13.950
Kalimantan Selatan
Pertamax: Rp13.100
Turbo: Rp14.100
Dexlite: Rp13.900
Dex: Rp14.250
Wilayah Sulawesi:
Seluruh Sulawesi
Pertamax: Rp12.800
Turbo: Rp13.800
Dexlite: Rp13.610
Dex: Rp13.950
Wilayah Timur Indonesia:
Bali, NTB, NTT
Pertamax: Rp12.500
Turbo: Rp13.500
Dexlite: Rp13.320
Dex: Rp13.650
Bio Solar nonsubsidi (khusus NTT): Rp13.220
Maluku dan Maluku Utara
Pertamax: Rp12.800
Dexlite: Rp13.610
Papua dan sekitarnya
Pertamax: Rp12.800
Turbo (Papua): Rp13.800
Dexlite: Rp13.610
Dex (Papua & Papua Barat Daya): Rp13.950
Dengan harga yang bisa berbeda di setiap wilayah, sangat disarankan untuk memeriksa harga terbaru sebelum mengisi bahan bakar.
Informasi harga biasanya tersedia di aplikasi MyPertamina atau situs resmi Pertamina. Hal ini bisa membantu Anda mengatur pengeluaran harian, terutama jika mobilitas tinggi dan penggunaan kendaraan sangat intens.