Selasa, 29 November 2022

Harga Cabai di Purwokerto Melambung, Apakah karena Faktor Alam?

penjual cabai
Pedagang di Purwokerto sedang memilah cabai. (Shandy)

Harga cabai melambung tinggi, hingga menyentuh angka Rp90 ribu per kilogramnya. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas, tak dapat berbuat banyak. Sebab, melambungnya harga cabai salah satunya karena banyak petani yang gagal panen akibat cuaca hujan yang tidak menentu.


Purwokerto, serayunews.com

Kabid Perdagangan Dinperindag Kabupaten Banyumas, Retno Wulandari menjelaskan, pihaknya tak dapat berbuat banyak selain terus melakukan pemantauan.

“Lawannya alam, jadi sementara ini hanya kurangi konsumsi cabai, jangan panic buying,” ujar dia kepada serayunews.com, Jumat (10/6/2022).

Retno menambahkan, di beberapa tempat petani gagal panen karena musim yang tidak menentu. Sehingga pasokan di wilayah Kabupaten Banyumas juga berkurang, karena selama ini juga masih mengandalkan tambahan pasokan dari luar daerah.

“Mungkin di sini hujannya tidak terlalu sering, tetapi di daerah lain masih. Kita tidak mengandalkan cabai dari sini saja, tetapi memang dari daerah lain,” kata dia.

Tanaman cabai, sangat tergantung cuaca. Jika intensitas hujan tinggi, bakal banyak petani cabai yang gagal panen seperti halnya para petani bawang.

“Itu juga terjadi pada bawang merah, bawang putih, dan tomat. Hampir setiap tahunnya ada fenomena seperti itu dan terjadi di berbagai daerah,” ujarnya.

Untuk menggelar operasi pasar cabai, tidak bisa  karena tak memiliki anggaran yang cukup.

Berita Terpopuler

Berita Terkini