
SERAYUNEWS – Harga emas batangan pada Kamis, 2 April 2026, masih menjadi perhatian utama para investor dan masyarakat yang ingin mengamankan aset.
Setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada akhir Januari lalu, pergerakan harga emas kini cenderung stabil, meski tetap berada di level yang tinggi.
Sejak awal tahun 2026, harga emas tercatat mengalami kenaikan signifikan sekitar 13 persen.
Kenaikan ini menunjukkan bahwa emas masih menjadi instrumen investasi yang diminati, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian.
Memasuki tahun 2026, harga emas menunjukkan tren positif yang cukup konsisten.
Dari posisi awal di kisaran Rp2.488.000 per gram, harga emas terus merangkak naik hingga akhirnya mencapai puncaknya pada 29 Januari 2026.
Saat itu, harga emas menyentuh level Rp3.168.000 per gram, angka tertinggi sepanjang sejarah.
Kenaikan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti fluktuasi nilai tukar, kondisi geopolitik global, serta meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven.
Meski saat ini harga tidak lagi berada di titik tertinggi tersebut, nilainya tetap bertahan di level tinggi.
Hal ini menunjukkan bahwa emas masih memiliki daya tarik kuat sebagai instrumen lindung nilai (hedging).
Berikut daftar harga emas batangan Antam per 2 April 2026 (belum termasuk pajak):
Harga di atas merupakan harga dasar yang belum termasuk pajak. Artinya, ketika Anda melakukan transaksi, ada biaya tambahan yang perlu diperhitungkan.
Dalam setiap transaksi emas, baik pembelian maupun penjualan, terdapat ketentuan pajak yang harus dipatuhi.
Aturan ini mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34/PMK.10/2017.
Untuk pembelian emas batangan, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar:
Setiap transaksi pembelian akan disertai dengan bukti potong pajak sebagai tanda pembayaran resmi.
Sementara itu, untuk penjualan kembali (buyback) emas batangan dengan nilai di atas Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar:
Dengan adanya pajak ini, penting bagi Anda untuk menghitung keuntungan bersih secara cermat sebelum memutuskan menjual emas.
Melihat tren harga yang masih tinggi, banyak orang bertanya-tanya apakah saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli emas. Jawabannya tergantung pada tujuan investasi Anda.
Jika Anda berinvestasi untuk jangka panjang, kondisi harga saat ini masih tergolong menarik. Emas dikenal sebagai aset yang relatif stabil dan mampu melindungi nilai kekayaan dari inflasi.
Namun, jika Anda mengincar keuntungan jangka pendek, perlu kehati-hatian.
Fluktuasi harga emas bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama dipengaruhi oleh kondisi global seperti kebijakan suku bunga, inflasi, dan ketegangan geopolitik.
Ke depan, harga emas diperkirakan masih memiliki potensi untuk naik, meskipun tidak selalu signifikan.
Ketidakpastian ekonomi global, inflasi, dan kebijakan bank sentral dunia akan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga.
Bagi Anda yang ingin menjaga nilai aset dalam jangka panjang, emas tetap menjadi pilihan yang relevan.
Namun, tetap penting untuk memantau perkembangan pasar agar dapat mengambil keputusan investasi yang tepat.***