
SERAYUNEWS – Bagi Anda yang rajin memantau pergerakan logam mulia, ada kabar yang perlu dicermati di awal pekan ini. Cek harga emas Antam hari ini, Senin, 4 Mei 2026.
Pasalnya, resmi turun tipis dibandingkan perdagangan akhir pekan lalu. Logam mulia batangan keluaran PT Aneka Tambang (Antam) kini dipatok di level Rp 2.795.000 per gram, melemah Rp1.000 dari posisi Minggu lalu.
Tak hanya harga jual, harga pembelian kembali alias buyback pun ikut melandai ke angka Rp 2.585.000 per gram, berkurang seribu rupiah dari Rp 2.586.000 yang berlaku sehari sebelumnya.
Penurunan memang tidak dramatis, namun dalam dunia investasi, setiap pergerakan tetap layak mendapat perhatian serius.
Sebagai catatan penting, seluruh harga di bawah ini belum termasuk pajak PPh sebesar 0,25% yang akan dikenakan saat transaksi. Berikut rincian lengkap harga emas Antam hari ini 4 Mei 2026 berdasarkan pecahan:
Harga emas Antam bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar. Selalu cek informasi terbaru di laman resmi Logam Mulia sebelum memutuskan bertransaksi.
Sebagai gambaran historis, harga emas Antam sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada 29 Januari 2026 di level Rp 3.168.000 per gram, jauh di atas posisi saat ini.
Ini bisa menjadi sinyal bahwa harga kini berada di zona yang lebih “ramah” bagi calon pembeli.
Harga Emas Pegadaian 4 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Bertahan
Berbeda dengan pergerakan di Logam Mulia, situasi di Pegadaian hari ini menunjukkan gambaran yang lebih beragam.
Produk emas Antam versi Pegadaian terpantau mengalami koreksi tipis dari Rp 2.908.000 menjadi Rp 2.907.000 per gram.
Sementara itu, dua merek lainnya kompak stagnan: Galeri24 bertahan di Rp 2.788.000 dan UBS tetap di Rp 2.802.000 per gram.
Menarik dicatat, UBS menjadi produk dengan harga per gram tertinggi di antara ketiga merek yang tersedia di Pegadaian hari ini.
Penurunan harga emas domestik tidak terjadi dalam ruang hampa. Di pasar internasional, harga emas di pasar spot tercatat turun 0,3 persen menjadi US$4.599,45 per ons.
Nah, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni terkoreksi 0,7 persen menjadi US$4.611,4 per ons. Wajar jika pasar dalam negeri ikut terseret ke bawah.
Faktor utama yang menekan harga emas global saat ini adalah kekhawatiran soal inflasi dan kebijakan suku bunga.
Kenaikan harga energi berpotensi mendorong bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, yang umumnya menekan daya tarik emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil.
Ini adalah dinamika klasik yang sudah lama dikenal para investor: ketika suku bunga tinggi bertahan, emas cenderung kurang diminati karena ada aset lain yang memberikan “keuntungan pasif.”
Situasi geopolitik juga turut berperan. Ketegangan di Timur Tengah yang belum mereda menimbulkan kekhawatiran akan inflasi tinggi secara global, dan kondisi suku bunga yang tetap tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi komoditas emas.
Di sisi lain, munculnya sinyal negosiasi damai di kawasan Selat Hormuz membuat sebagian investor mulai melepas posisi emas mereka untuk sementara waktu.
Yang menarik justru datang dari sisi permintaan jangka panjang. Data dari World Gold Council menunjukkan bank sentral meningkatkan cadangan emas pada kuartal I-2026 dengan laju tercepat dalam lebih dari satu tahun.
Artinya, para pemain besar dunia justru sedang berada dalam mode akumulasi, sinyal kuat bahwa kepercayaan jangka panjang terhadap emas tetap solid.***