
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Harga emas Antam kembali bergerak turun pada perdagangan Senin, 7 September 2026.
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melalui Logam Mulia turun Rp3.000 per gram menjadi Rp2.637.000. Penurunan tersebut juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback.
Logam Mulia menetapkan harga buyback Rp2.490.000 per gram, atau berkurang Rp3.000 dibandingkan posisi sebelumnya yang mencapai Rp2.493.000 per gram.
Pergerakan harga ini menjadi informasi penting bagi Anda yang sedang memantau emas sebagai instrumen investasi.
Sebab, keputusan membeli emas tidak cukup hanya melihat harga yang tercantum ketika emas dibeli.
Mengacu pada harga perdagangan yang diperbarui pada Senin, 7 September 2026, emas Antam 1 gram berada di level Rp2.637.000. Berikut gambaran harga yang perlu Anda perhatikan:
Dengan angka tersebut, terdapat jarak Rp147.000 antara harga ketika Anda membeli emas dan nilai yang ditawarkan saat emas tersebut dijual kembali kepada Antam.
Harga ini dapat berubah mengikuti pembaruan yang dilakukan Logam Mulia.
Karena itu, Anda sebaiknya mengecek harga pada hari transaksi jika hendak membeli ataupun menjual emas.
Perbedaan Rp147.000 per gram tersebut dikenal sebagai spread harga.
Sederhananya, ketika Anda membeli emas 1 gram dengan harga Rp2.637.000, nilai emas yang sama belum tentu langsung mencapai angka tersebut apabila dijual kembali. Dengan harga buyback Rp2.490.000, terdapat selisih Rp147.000.
Kondisi tersebut membuat investasi emas lebih cocok dipandang sebagai instrumen untuk tujuan jangka menengah atau panjang.
Kenaikan harga emas perlu cukup besar untuk melewati selisih antara harga pembelian dan buyback sebelum keuntungan benar-benar terlihat.
Harga beli dan buyback memiliki fungsi yang berbeda. Harga emas merupakan nilai yang Anda bayarkan saat memperoleh emas batangan dari Logam Mulia.
Sementara itu, buyback merupakan harga yang digunakan ketika Logam Mulia membeli kembali emas dari pemiliknya.
Karena kedua transaksi tersebut memiliki harga yang berbeda, investor perlu memasukkan spread ke dalam perhitungan sejak awal.
Sebagai contoh, Anda membeli emas 1 gram seharga Rp2.637.000. Jika pada saat hendak menjual harga buyback masih Rp2.490.000, maka hasil penjualan belum mampu menyamai modal awal.
Artinya, kenaikan harga emas menjadi faktor penting agar investasi tersebut dapat menghasilkan keuntungan.
Anda yang baru mulai berinvestasi emas sebaiknya tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya karena melihat harga emas sedang naik atau turun.
Ada beberapa angka yang perlu diperiksa, mulai dari harga jual, harga buyback, spread, hingga ketentuan pajak yang berlaku.
Perhitungan tersebut membantu Anda mengetahui titik ketika nilai emas mulai memberikan keuntungan dibandingkan modal yang dikeluarkan.
Selain itu, tujuan pembelian juga perlu ditentukan. Emas yang dibeli untuk disimpan dalam jangka panjang tentu memiliki strategi berbeda dengan emas yang rencananya akan dijual dalam waktu singkat.
Perubahan Rp3.000 per gram pada perdagangan kali ini menunjukkan bahwa harga emas dapat bergerak dari satu hari ke hari berikutnya.
Bagi Anda yang ingin menjadikan emas sebagai investasi, perubahan harian sebaiknya tidak menjadi satu-satunya patokan.
Nah, yang lebih penting adalah memahami harga masuk, potensi kenaikan, biaya atau pajak yang mungkin muncul, serta harga buyback ketika investasi tersebut dicairkan.
Dengan memahami dua sisi harga tersebut, Anda bisa menghitung potensi keuntungan secara lebih realistis dan tidak hanya berpatokan pada angka harga emas saat membeli.***