
SERAYUNEWS- Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menunjukkan performa impresif pada perdagangan Senin, 5 Januari 2026.
Saham emiten pertambangan Grup Bakrie ini dibuka menguat di sesi pertama dan langsung mencuri perhatian pelaku pasar, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat bergerak fluktuatif di awal perdagangan.
BUMI dibuka naik dari posisi penutupan sebelumnya di Rp420 dan sempat bergerak agresif hingga area Rp440-an, mencerminkan tingginya minat beli investor ritel maupun institusi.
Kapitalisasi pasar BUMI kini tercatat menembus Rp163 triliun, memperkuat posisinya sebagai salah satu saham energi paling aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Melansir berbagai sumber, berikut kami sajikan ulasan selengkapnya:
Lonjakan harga saham BUMI tidak terlepas dari ledakan volume transaksi. Hingga sesi pagi, lebih dari 4 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi menembus Rp1,8 triliun.
Data perdagangan menunjukkan dominasi aksi beli, termasuk net buy ratusan miliar rupiah dari investor domestik.
Kondisi ini mengindikasikan kepercayaan pasar terhadap prospek BUMI dalam jangka pendek, terutama setelah saham ini mencatatkan reli kuat dalam beberapa hari perdagangan terakhir.
Analis menilai terdapat beberapa sentimen utama yang mendorong penguatan saham BUMI:
1. Strategi Diversifikasi Bisnis
BUMI tidak lagi hanya bergantung pada batu bara. Perusahaan memperluas portofolio bisnisnya ke sektor emas dan tembaga, yang dinilai memiliki prospek jangka menengah hingga panjang lebih stabil.
Langkah ekspansi ini memperkuat fundamental perusahaan dan meningkatkan daya tarik saham BUMI di mata investor.
2. Peningkatan Pendapatan Meski Laba Tertekan
Secara operasional, BUMI mencatatkan kenaikan pendapatan dua digit secara tahunan hingga kuartal III 2025.
Meski laba bersih masih tertekan akibat harga batu bara dan beban non-operasional, pasar menilai perbaikan kinerja berpeluang terjadi seiring stabilisasi harga komoditas.
3. Isu Masuk Indeks MSCI
Sentimen positif juga datang dari peluang BUMI masuk dalam MSCI Standard Cap Index pada peninjauan Februari 2026. Jika terealisasi, saham BUMI berpotensi mendapat aliran dana asing tambahan yang signifikan.
Dari sisi teknikal, saham BUMI dinilai masih berada dalam tren bullish. Keberhasilan menembus level resistance sebelumnya membuka peluang penguatan lanjutan menuju area Rp450 hingga Rp500.
Namun analis mengingatkan bahwa volatilitas saham ini tetap tinggi, sehingga manajemen risiko menjadi kunci utama bagi trader dan investor.
Tak hanya BUMI, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga mencatatkan penguatan pada perdagangan hari ini. BBNI dibuka naik ke kisaran Rp4.260 per saham, mencerminkan sentimen positif terhadap sektor perbankan nasional.
Dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp157 triliun, BBNI tetap menjadi saham bank besar yang konsisten menarik minat investor, terutama di tengah ekspektasi pertumbuhan kredit dan stabilitas ekonomi domestik.
Penguatan saham-saham Grup Bakrie, khususnya BUMI dan emiten terkait sektor energi, menjadi salah satu katalis utama yang mendorong IHSG bergerak positif di awal tahun 2026. Dominasi saham energi dan tambang menunjukkan pergeseran minat investor ke sektor berbasis komoditas.
Selain itu, dukungan data makroekonomi domestik yang relatif solid turut memperkuat optimisme pasar, meskipun pelaku pasar tetap mencermati dinamika global.
Pergerakan agresif saham BUMI di awal Januari 2026 menegaskan tingginya minat pasar terhadap emiten ini. Prospek diversifikasi bisnis dan potensi sentimen indeks global menjadi katalis positif, namun volatilitas tinggi tetap menjadi risiko utama.
Investor disarankan untuk terus memantau pergerakan harga secara real-time, memperhatikan level teknikal penting, serta menyesuaikan strategi investasi dengan profil risiko masing-masing.