
SERAYUNEWS- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Senin, 2 Februari 2026 mencatatkan penurunan signifikan di awal sesi perdagangan pagi ini.
IHSG turun sekitar 4,5% dan terseret jauh di bawah level 8.000, dengan tekanan jual yang masif dari hampir seluruh sektor saham utama.
Data perdagangan awal pukul 09.15 WIB menunjukkan indeks melemah tajam dari penutupan Jumat lalu, mencerminkan sentimen negatif yang masih menghantui pasar modal domestik.
Berdasarkan data BEI hari ini, pergerakan IHSG ini menjadi sorotan pelaku pasar setelah pekan lalu indeks sempat menguat di penutupan Jumat 30 Januari 2026.
Sentimen global yang tidak mendukung dan dinamika domestik turut memperberat tekanan pasar pada awal pekan ini.
Indeks melemah tajam sejak pembukaan perdagangan pagi ini dengan tekanan yang cukup besar dari sektor-sektor saham utama yang melaporkan aksi jual intensif.
Sentimen negatif terhadap pasar modal Indonesia masih membayangi karena kekhawatiran terhadap dinamika internal pasar dan isu global yang mempengaruhi arah investasi di Indonesia.
Melansir berbagai sumber, berikut kami sajikan ulasan selengkapnya:
1. Saham Tertekan Seluruh Sektor
Pada sesi pagi, sebagian besar saham sektor utama mencatatkan koreksi tajam. Sektor basic industry tertekan paling dalam, diikuti oleh sektor energi, industri, dan konsumer non-siklikal. Hampir mayoritas saham blue chip tergerus di zona merah, yang membuat indeks semakin terbenam.
2. Sentimen Negatif MSCI dan Reformasi Pasar Modal
Sentimen negatif datang dari kekhawatiran investor global terkait transparansi struktur kepemilikan saham Indonesia setelah MSCI (Morgan Stanley Capital International) meningkatkan sorotan terhadap pasar modal Indonesia dalam peninjauan indeks terbarunya.
Hal ini memicu aksi jual besar oleh investor asing menjelang pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan pihak MSCI.
3. Kekhawatiran Volatilitas Domestik dan Risiko Global
Selain faktor MSCI, tekanan eksternal seperti pelemahan rupiah terhadap dolar AS serta kekhawatiran pelaku pasar atas dinamika ekonomi global, turut memperburuk sentimen pasar.
Arus modal keluar dari pasar saham menjadi lebih kuat dari arus masuk, memicu volatilitas tingkat tinggi di awal pekan ini.
IHSG anjlok sekitar -4,5% dan sempat berada di bawah level 8.000 pada sesi pagi. Volume perdagangan saham meningkat tajam dengan nilai transaksi yang tinggi, mencerminkan aksi jual masif di pasar. Sebagian besar indeks sektoral memasuki zona merah sejak pembukaan perdagangan.
Koreksi tajam IHSG ini menimbulkan beberapa implikasi penting:
1. Likuiditas lebih tinggi di saham safe haven seperti consumer staples dan kesehatan, namun tetap berada di zona merah.
2. Investor asing meningkatkan tekanan jual, yang memperlemah pasar lebih cepat daripada prediksi banyak analis.
3. Trader dan investor disarankan meningkatkan kehati-hatian, terutama dalam mengelola risiko di tengah volatilitas tinggi di pasar saham.
1. IHSG masih berada dalam tekanan pada awal pekan, namun sejumlah analis melihat peluang terjadinya rebound teknikal apabila sentimen pasar mulai membaik.
2. Tanda-tanda stabilitas pasar dinilai dapat memicu pergerakan positif jangka pendek, terutama jika tekanan jual mulai mereda.
3. Peluang bargain hunting terbuka pada saham-saham unggulan yang sudah terkoreksi cukup dalam dan berada di area valuasi menarik.
Meski demikian, investor jangka pendek tetap diimbau berhati-hati mengingat volatilitas pasar masih relatif tinggi. Penerapan manajemen risiko yang ketat, termasuk pembatasan kerugian dan pengaturan porsi investasi, menjadi langkah penting dalam kondisi pasar saat ini.
Sentimen negatif masih mendominasi pasar saham Indonesia pada awal pekan ini dengan IHSG turun tajam hingga sekitar -4,5%. Para analis menyebut tekanan global dan dinamika domestik menjadi faktor utama yang membuat indeks bergerak turun.
Tetaplah waspada terhadap banyak pihak menilai tekanan ini bersifat temporary, dan rebound masih bisa terjadi jika ada sinyal positif dari pertemuan antara otoritas pasar dan MSCI dalam beberapa waktu mendatang.