
PURWOKERTO, SERAYUNEWS– Polresta Banyumas terus melakukan pemeriksaan, untuk mengungkap fakta peristiwa ambruknya tribun penonton VIP, pada event Speed Fest #2 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Serie 3 2026 di GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu (26/7/2026).
Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Petrus Silalahi, menyampaikan bahwa sampai saat ini pihaknya sudah memeriksa setidaknya 10 orang saksi.
“Hingga tadi malam sudah sekitar 10 orang saksi yang kami periksa,” katanya, Senin (27/07/2026).
Sepuluh orang yang dimintai keterangan itu diantaranya penanggung jawab pusat, kru panggung, pihak yang mengerjakan tribun, kepala steward, pemimpin jalannya perlombaan Kejurnas Drift, event organizer (EO), penanggung jawab kegiatan, hingga unsur pengamanan.
“Seluruhnya berasal dari unsur penyelenggara dan pengamanan, mulai dari steward, kru panggung yang bertanggung jawab terhadap tribun, event organizer, penanggung jawab kegiatan, hingga pemimpin jalannya pertandingan,” kata dia.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, robohnya tribun diduga dipicu selebrasi para pembalap (driver) yang melemparkan kaus ke arah tribun VIP.
Aksi tersebut memicu penonton berebut sehingga beban pada tribun menjadi tidak seimbang hingga akhirnya konstruksi non permanen itu bergeser dan roboh.
“Tentunya insiden robohnya tribun pada saat penutupan Kejurnas Drift ini menjadi pelajaran, terutama bagi pihak penyelenggara,” kata Kombes Petrus.
Meski demikian, Petrus menegaskan penyebab pasti robohnya tribun masih menunggu hasil penyelidikan secara menyeluruh.
“Nanti kesimpulan resminya akan kami sampaikan setelah seluruh proses penyelidikan selesai. Jika nanti ditemukan adanya unsur pidana, tentu akan kami tingkatkan ke tahap penyidikan,” katanya.