
SERAYUNEWS- Isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kembali menguat pada Rabu (28/1/2026).
Informasi yang beredar menyebutkan, sedikitnya tujuh menteri dan pejabat setingkat menteri berpotensi diganti atau digeser posisinya dalam waktu dekat.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari evaluasi kinerja kabinet sekaligus upaya Presiden Prabowo mempercepat realisasi program prioritas nasional pada awal tahun 2026.
Jika kabar tersebut terealisasi, maka reshuffle kali ini akan menjadi perombakan kabinet kelima sejak Prabowo resmi dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024.
Berdasarkan informasi yang berkembang di lingkaran politik dan pemerintahan, sejumlah nama menteri yang santer dikabarkan akan mengalami pergantian atau pergeseran jabatan, antara lain:
1. Pratikno – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK)
2. Sugiono – Menteri Luar Negeri
3. Sakti Wahyu Trenggono – Menteri Kelautan dan Perikanan
4. Meutya Hafid – Menteri Komunikasi dan Digital
5. Natalius Pigai – Menteri Hak Asasi Manusia
6. Widiyanti Putri – Menteri Pariwisata
7. Muhammad Qodari – Kepala Kantor Staf Presiden (KSP)
Nama-nama tersebut disebut masuk dalam radar evaluasi menyeluruh yang tengah dilakukan Presiden Prabowo terhadap kinerja kementerian strategis.
Menanggapi isu tersebut, Menteri Luar Negeri Sugiono mengaku belum mengetahui secara pasti kabar perombakan kabinet yang menyeret namanya. Hal itu disampaikan Sugiono saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen Senayan.
“Saya baru dengar. Pertanyaannya harusnya ditujukan ke Presiden. Itu kan hanya Presiden yang memiliki kewenangan melakukan reshuffle,” ujar Sugiono kepada wartawan singkat.
Ia menegaskan bahwa seluruh keputusan terkait susunan kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
Isu reshuffle semakin menguat setelah beredar kabar bahwa Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik sejumlah pejabat pada Rabu (28/1/2026) pukul 13.00 WIB di Istana Kepresidenan.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, pelantikan tersebut berkaitan dengan perombakan struktur kabinet. Namun hingga siang hari, belum ada konfirmasi resmi mengenai nama-nama pejabat yang akan dilantik maupun kementerian yang terdampak.
Pantauan di sekitar Istana Kepresidenan juga belum menunjukkan adanya pejabat negara yang datang untuk menghadiri prosesi pelantikan.
Seiring menguatnya isu reshuffle, sejumlah nama mulai masuk dalam bursa calon pembantu presiden. Salah satu nama yang ramai diperbincangkan adalah Juda Agung, yang dikabarkan akan dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Selain itu, muncul pula spekulasi bahwa Budi Dwiwandono berpeluang menempati posisi Menteri Luar Negeri, sementara Sugiono disebut-sebut akan digeser ke jabatan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat.
Meski demikian, informasi tersebut masih bersifat spekulatif dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak Istana.
Sinyal reshuffle juga datang dari parlemen. Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto sempat memberi kode bahwa salah satu pimpinan Komisi I DPR akan segera bergabung ke jajaran eksekutif.
Pernyataan tersebut disampaikan Utut saat membuka rapat tertutup Komisi I DPR RI bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, Senin (26/1/2026).
Dalam rapat tersebut, Utut menyinggung Budisatrio Djiwandono, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, yang duduk di sebelahnya.
“Kalau katanya orang sebelah kanan saya, yang dugaan saya sebentar lagi akan di eksekutif,” ujar Utut dalam rapat tersebut.
Menanggapi pernyataan tersebut, Budisatrio Djiwandono menegaskan bahwa hingga saat ini dirinya masih menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI.
“Enggak tahu. Makanya tanyakan pada Pak Utut. Tugas kita tetap sekarang di Komisi I,” kata Budi saat berjalan menuju ruang rapat Komisi I DPR RI.
Hingga berita ini diturunkan, Istana Kepresidenan belum memberikan keterangan resmi terkait kepastian reshuffle kabinet. Publik masih menanti pengumuman langsung dari Presiden Prabowo Subianto mengenai arah perombakan Kabinet Merah Putih.