
SERAYUNEWS – Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap menegaskan peran strategis Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) sebagai obyek vital nasional yang berkontribusi langsung pada ketahanan dan kedaulatan energi nasional.
Hal itu mengemuka dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kegiatan Kepelabuhanan TUKS bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cilacap di Hotel Atrium Cilacap, Selasa (6/1/2026).
Manajer Produksi I Kilang Cilacap, Agus Rahmat Jamal menyampaikan TUKS merupakan simpul kritis dalam rantai pasok energi nasional. Melalui fasilitas ini, aktivitas penerimaan minyak mentah & distribusi produk hasil kilang berlangsung sehingga keandalan & keamanannya berpengaruh langsung terhadap kontinuitas operasional.
“TUKS merupakan obyek vital nasional dengan risiko tinggi, khususnya terkait keselamatan pelayaran, keselamatan kerja, serta perlindungan lingkungan. Gangguan sekecil apa pun berpotensi berdampak luas terhadap operasional kilang dan pasokan energi nasional,” ujar Agus.
Oleh karena itu, pengelolaan TUKS tidak hanya menjamin kelancaran operasional bisnis, tetapi juga memastikan seluruh aktivitas mengedepankan prinsip _Health, Safety, Security, and Environment_ (HSSE) serta kepatuhan penuh terhadap regulasi yang berlaku.
Agus menegaskan, aspek HSSE menjadi landasan utama setiap kebijakan dan pengambilan keputusan operasional, termasuk dalam pengelolaan fasilitas sandar, pergerakan kapal, kegiatan bongkar muat, hingga pengendalian risiko operasional di area kepelabuhanan.
Ditambahkan monev yang dilakukan oleh KSOP Kelas II Cilacap memiliki peran strategis dalam pengendalian pengelolaan TUKS. “Kepatuhan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan tanggung jawab mencegah kecelakaan, insiden pencemaran, serta gangguan operasional yang dapat berdampak luas, baik bagi perusahaan, pekerja, masyarakat, maupun lingkungan sekitar,” tegasnya.
Pihaknya berkomitmen menindaklanjuti seluruh hasil monitoring dan evaluasi secara konsisten, terukur, dan tepat waktu dengan melibatkan fungsi-fungsi terkait. “Tentu hal ini sebagai upaya berkelanjutan menjaga TUKS tetap andal, aman, dan berdaya dukung tinggi terhadap ketahanan energi nasional,” tambah Agus.
Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas II Cilacap, Agustinus Intan Arijudo, menilai tingkat kepatuhan Kilang Cilacap dalam pemanfaatan dan pengelolaan TUKS sejauh ini merupakan yang terbaik.
“Kami menyambut positif kegiatan monitoring dan evaluasi ini untuk memastikan TUKS sebagai obyek vital nasional tetap dikelola sesuai ketentuan, aman, dan memberikan performa terbaik dalam mendukung kelancaran distribusi energi,” ungkap Agustinus.
Melalui sinergi erat antara operator dan regulator, Kilang Cilacap terus memperkuat pengelolaan TUKS sebagai objek vital nasional yang berperan penting dalam menjaga keandalan operasi kilang serta mendukung ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.
Keterangan Foto:
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kegiatan Kepelabuhanan TUKS bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cilacap. (Kilang Cilacap).