
SERAYUNEWS- Persiapan Timnas Indonesia U-23 menuju SEA Games 2025 Thailand mengalami dinamika besar setelah panitia resmi merombak pembagian grup dan jadwal pertandingan.
Perubahan ini terjadi akibat mundurnya Kamboja dari ajang olahraga antarnegara Asia Tenggara tersebut.
Keputusan tersebut memaksa penyelenggara melakukan pengaturan ulang agar setiap grup tetap berisi tiga tim. Dampaknya, Garuda Muda mengalami pergeseran jadwal sekaligus lawan pada pertandingan perdana.
Melansir berbagai sumber, berikut kami sajikan ulasan selengkapnya mengenai
Jadwal Baru Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2025: Garuda Muda Tantang Filipina di Laga Pembuka!
Timnas Kamboja U-23 secara mengejutkan menarik diri dari SEA Games 2025. Sebelum pengunduran diri itu, Grup A diisi Thailand, Kamboja, dan Timor Leste. Namun setelah Kamboja absen, grup tersebut hanya menyisakan dua tim.
Agar format kompetisi ideal, penyelenggara memindahkan Singapura dari Grup C ke Grup A. Alhasil, tiga grup kembali lengkap dengan masing-masing tiga peserta.
Perubahan ini membuat jadwal pertandingan Indonesia ikut terkena dampaknya.
Semula, Indonesia dijadwalkan melawan Singapura pada 5 Desember 2025. Setelah Singapura dipindah ke Grup A, jadwal Garuda Muda mundur tiga hari dan lawannya berubah.
Berikut jadwal terbaru Timnas Indonesia U-23:
Laga 1: Filipina vs Indonesia
– 8 Desember 2025
700th Anniversary Stadium, Chiangmai
Laga 2: Indonesia vs Myanmar
– 12 Desember 2025
700th Anniversary Stadium, Chiangmai
Dengan revisi jadwal ini, Indonesia dipastikan tergabung di Grup C bersama Filipina, Singapura, dan Myanmar.
Pelatih Indra Sjafri telah menetapkan 23 pemain yang akan berangkat ke Thailand pada Jumat (28/11/2025). Skuad ini menjadi hasil akhir dari pemusatan latihan yang berlangsung sejak Oktober hingga November di Jakarta.
Indra menjelaskan bahwa pemilihan 23 nama dilakukan berdasarkan evaluasi menyeluruh, termasuk performa pemain di Super League dan pemantauan tim performance.
“Proses pemusatan latihan telah menghasilkan daftar 23 pemain yang memenuhi regulasi SEA Games 2025. Empat di antaranya pemain abroad yang kini berkarier di Eropa,” ujar Indra.
Keempat pemain diaspora tersebut adalah Marselino Ferdinan, Ivar Jenner, Mauro Zijlstra, dan Dion Markx.
Delapan pemain lainnya harus dipulangkan ke klub karena regulasi hanya memperbolehkan 23 pemain dalam skuad final.
Kiper
Cahya Supriadi – PSIM Yogyakarta
Daffa Fasya – Borneo FC
Muhammad Ardiansyah – PSM Makassar
Bek
Dony Tri Pamungkas – Persija Jakarta
Frenkgy Missa – Bhayangkara Presisi
Dion Markx – TOP OSS (Belanda)
Kadek Arel – Bali United
Kakang Rudianto – Persib Bandung
Muhammad Ferrari – Bhayangkara Presisi
Robi Darwis – Persib Bandung
Raka Cahyana – PSIM Yogyakarta
Gelandang
Ananda Raehan – PSM Makassar
Rayhan Hannan – Persija Jakarta
Rivaldo Pakpahan – Borneo FC
Toni Firmansyah – Persebaya Surabaya
Zanadin Fariz – Persis Solo
Ivar Jenner – FC Utrecht (Belanda)
Penyerang
Hokky Caraka – Persita Tangerang
Rafael Struick – Dewa United
Jens Raven – Bali United
Rahmat Arjuna – Bali United
Marselino Ferdinan – AS Trencin (Slovakia)
Mauro Zijlstra – FC Volendam (Belanda)
Sebelum tampil di Thailand, Indonesia menjalani dua uji coba internasional melawan India dan Mali. Masing-masing negara menghadapi Timnas U-23 sebanyak dua kali di Stadion Madya, Jakarta dan Stadion Pakansari, Bogor.
Uji coba tersebut menjadi ajang finalisasi taktik sekaligus evaluasi komposisi pemain.
Timnas Indonesia U-23 menargetkan hasil maksimal setelah pada edisi-edisi sebelumnya tampil kompetitif. Kehadiran pemain diaspora, perpaduan pemain muda Super League, dan intensitas latihan yang tinggi membuat publik berharap Garuda Muda mampu tampil konsisten di fase grup hingga tahap akhir.
Indra Sjafri pun mengapresiasi peran semua pihak.
“Kami berterima kasih kepada PSSI, I.League, dan klub-klub yang telah membantu memfasilitasi pemain, termasuk pemain abroad, untuk memperkuat Timnas U-23,” ujarnya.