
SERAYUNEWS – Rombongan Komisi 3 DPRD Banyumas melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin.
Rombongan dipimpin Plt Ketua DPRD Banyumas, Imam Ahfas, didampingi Wakil Ketua DPRD Banyumas, Muhammad Erlangga Adi Nugraha.
Kunjungan dilakukan untuk membuka peluang dukungan anggaran pusat dalam percepatan pengembangan kawasan industri Banyumas.
Wakil Ketua DPRD Banyumas, Muhammad Erlangga Adi Nugraha, menyampaikan bahwa terdapat program kawasan industri dari Kemenperin yang bisa dimanfaatkan Banyumas.
“Apa yang bisa dibawa ke Banyumas? Saya lihat ada celah dari Kemenperin, ada program untuk kawasan industri. Pengelolaan nanti diserahkan ke Pemda, dan kami akan turut mengawal. Kami ingin bertemu Pak Bupati agar kita bisa submit, sehingga anggaran dari Kemenperin bisa turun ke Banyumas,” ujarnya.
Erlangga menilai peluang itu menarik karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat.
“Kalau memang bisa, ini sangat menarik. Apalagi jika anggaran yang dikeluarkan daerah hanya sekitar Rp20 miliar. Kawasan industri dapat mengentaskan pengangguran,” katanya.
Anggota Komisi 3 DPRD Banyumas dari Fraksi Demokrat, Iwan Supriyanto, mengatakan komunikasi intens dengan Kemenperin membuka peluang masuknya Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk mendukung pengembangan kawasan industri Banyumas.
“Kami membaca peluang terbuka, ada dana DAK yang bisa masuk ke Kabupaten Banyumas. Karena itu kami meminta adanya sinergitas, agar kawasan industri dapat berjalan seiring dengan kebijakan dan kegiatan pemerintah,” ujar Iwan.
Namun, ada persyaratan penting. Banyumas harus menyiapkan minimal 50 hektare lahan. Saat ini baru tersedia 40 hektare di Kecamatan Wangon, sehingga perlu tambahan 10 hektare yang kemungkinan dijalin melalui kerja sama swasta.
Anggota Komisi 3 lainnya, Ito Anjarini, menilai pertemuan dengan Kemenperin membuka banyak wawasan mengenai kebutuhan daerah untuk menyiapkan kawasan industri yang berkelanjutan.
“Banyak ilmu yang kami dapatkan, terutama terkait kawasan industri yang memang sangat dibutuhkan Banyumas,” katanya.
Menurut Ito, posisi geografis Banyumas yang berada di jalur perlintasan menjadikannya sangat potensial sebagai pusat industri. Jika kawasan industri terwujud, dampaknya diprediksi signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).