
SERAYUNEWS – Pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah atau tahun 2026 segera memasuki tahap pemulangan jemaah ke Tanah Air.
Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Makkah, Arafah, Muzdalifah, dan Madinah, ribuan jemaah asal Indonesia akan dipulangkan secara bertahap melalui dua gelombang penerbangan.
Kementerian terkait sebelumnya telah merilis rencana perjalanan haji 2026 mulai dari keberangkatan, puncak ibadah, hingga jadwal kepulangan jemaah ke Indonesia. Informasi tersebut penting diketahui keluarga jemaah maupun masyarakat yang ingin memantau proses pemulangan dari Tanah Suci.
Tahun ini, proses kepulangan diperkirakan berlangsung selama sekitar satu bulan. Pemulangan dilakukan secara bertahap untuk memastikan seluruh jemaah dapat kembali dengan aman dan tertib melalui embarkasi masing-masing.
Selain itu, jadwal kepulangan juga disesuaikan dengan pembagian gelombang keberangkatan sebelumnya. Sebagian jemaah akan pulang melalui Bandara Jeddah, sementara lainnya diberangkatkan dari Madinah.
Sebelum memasuki tahap kepulangan, jemaah haji Indonesia terlebih dahulu menjalani puncak ibadah haji di Arafah. Berdasarkan jadwal resmi, wukuf di Arafah diperkirakan berlangsung pada 26 Mei 2026 atau bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1447 Hijriah.
Setelah wukuf, jemaah melanjutkan rangkaian ibadah lainnya seperti mabit di Muzdalifah dan Mina serta melaksanakan lempar jumrah pada hari-hari Tasyrik.
Hari Raya Idul Adha 1447 H sendiri diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026. Seluruh prosesi ibadah haji utama dijadwalkan berlangsung hingga akhir Mei sebelum jemaah mulai bersiap untuk kembali ke negara masing-masing.
Pemerintah Arab Saudi dan otoritas penyelenggara haji juga telah menyiapkan pengaturan transportasi dan akomodasi untuk mendukung kelancaran proses ibadah hingga tahap pemulangan.
Jadwal kepulangan jemaah haji Indonesia tahun 2026 berlangsung secara bertahap mulai 1 Juni hingga 1 Juli 2026. Pemulangan dibagi menjadi dua gelombang berdasarkan lokasi keberangkatan jemaah menuju Indonesia.
Gelombang pertama dijadwalkan berlangsung pada 1 Juni sampai 15 Juni 2026. Pada tahap ini, jemaah dipulangkan dari Makkah melalui Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah menuju berbagai embarkasi di Indonesia.
Sementara itu, gelombang kedua dimulai pada 16 Juni hingga 30 Juni 2026. Jemaah pada gelombang ini akan diberangkatkan dari Madinah melalui Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz.
Kloter terakhir jemaah haji Indonesia diperkirakan tiba di Tanah Air pada 1 Juli 2026. Dengan demikian, seluruh rangkaian perjalanan haji 1447 H berlangsung sekitar dua bulan sejak keberangkatan pertama pada April 2026.
Masyarakat yang ingin mengetahui jadwal kepulangan secara lebih rinci dapat memantau informasi resmi dari Kementerian Agama RI maupun embarkasi masing-masing daerah.
Pemulangan jemaah secara bertahap dilakukan untuk menjaga kelancaran transportasi udara dan menghindari kepadatan di bandara Arab Saudi maupun Indonesia.
Setiap kelompok terbang atau kloter memiliki jadwal kepulangan yang berbeda sesuai embarkasi dan maskapai penerbangan yang digunakan. Karena itu, keluarga jemaah diimbau rutin memantau informasi resmi agar mengetahui waktu kepulangan anggota keluarganya.
Selain faktor teknis penerbangan, kondisi kesehatan jemaah juga menjadi perhatian utama selama proses pemulangan berlangsung. Petugas haji dan tim kesehatan akan mendampingi jemaah hingga tiba kembali di Indonesia.
Pemerintah juga menyiapkan layanan kesehatan di embarkasi kedatangan untuk memastikan kondisi jemaah tetap terpantau setelah menjalani ibadah dalam waktu panjang.
Dengan jadwal pemulangan yang telah disusun secara bertahap, pemerintah berharap seluruh jemaah haji Indonesia dapat kembali ke Tanah Air dengan aman, sehat, dan membawa pengalaman ibadah yang berkesan.***