
SERAYUNEWS- Pemerintah kembali menyiapkan rangkaian Surat Berharga Negara (SBN) Ritel 2026 sebagai instrumen investasi yang menyasar masyarakat luas.
Selain menawarkan tingkat risiko yang relatif rendah karena dijamin negara, SBN Ritel juga berperan strategis dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional.
Melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Kementerian Keuangan secara konsisten menerbitkan berbagai seri SBN Ritel, mulai dari obligasi hingga sukuk berbasis syariah.
Memasuki 2026, pemerintah telah menyusun jadwal penawaran SBN Ritel sejak awal tahun, sehingga investor dapat merencanakan strategi investasi dengan lebih matang.
SBN Ritel merupakan bagian penting dari strategi pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dana yang dihimpun dari masyarakat digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta berbagai program prioritas pemerintah.
Bagi investor individu, SBN Ritel menawarkan imbal hasil kompetitif, pembayaran kupon rutin, dan jaminan 100 persen oleh negara.
Kemudahan pembelian secara daring melalui mitra distribusi resmi juga membuat SBN Ritel semakin diminati, termasuk oleh generasi muda.
Pemerintah Indonesia telah menyiapkan rangkaian penerbitan SBN Ritel 2026 (tentatif) sebagai berikut:
Rangkaian ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkuat peran investor domestik.
ORI029 menjadi SBN Ritel pembuka tahun 2026 dan ditawarkan kepada masyarakat pada 26 Januari–19 Februari 2026. Pemerintah menetapkan kupon:
Kupon ORI029 bersifat tetap (fixed rate), dibayarkan setiap bulan, dan 100 persen dijamin negara, sehingga cocok bagi investor ritel yang mengincar pendapatan rutin dengan risiko rendah.
Saat ini, LPS Rate deposito rupiah berada di level 3,5% dan masih dikenakan pajak 20%, sehingga imbal hasil bersihnya sekitar 2,8%.
Sebaliknya, kupon ORI029 hanya dikenakan pajak 10%, sehingga imbal hasil bersihnya jauh lebih kompetitif:
Artinya, imbal hasil bersih ORI029 hampir dua kali lipat deposito, dengan tingkat keamanan yang sama-sama tinggi.
Selain mengungguli deposito, kupon ORI029 juga berada di atas BI Rate yang saat ini berada di level 4,75%. Spread positif ini memberikan kompensasi tambahan bagi investor, terutama pada tenor 6 tahun yang memiliki spread lebih lebar.
Mengapa ORI029 Relevan bagi Investor Ritel?
ORI029 cocok bagi investor yang:
– Menginginkan pendapatan bulanan stabil
– Mencari alternatif investasi selain deposito
– Membutuhkan instrumen aman di tengah volatilitas pasar
Tetap menginginkan fleksibilitas karena ORI dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah minimum holding period
Investor wajib memiliki SID (Single Investor Identification) agar proses pemesanan SBN berjalan lancar.
Pendaftaran SID dapat dilakukan secara digital, termasuk melalui aplikasi myBCA, dengan proses pembentukan maksimal H+1 hari kerja.
Di BCA, SBN Pasar Perdana dapat dipesan dengan minimum Rp1 juta melalui aplikasi myBCA atau website KlikBCA selama masa penawaran.
Partisipasi masyarakat dalam pembelian SBN Ritel 2026 tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tetapi juga berkontribusi langsung pada pembangunan nasional dan stabilitas fiskal.
Seiring meningkatnya literasi keuangan, jumlah investor SBN terus bertumbuh. Data KSEI mencatat, jumlah investor SBN meningkat 16 persen dibanding akhir 2024, mencapai 1,39 juta investor per November 2025.
Dengan jadwal yang terencana sepanjang 2026, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat berperan sebagai investor sekaligus mitra pembangunan nasional.