
SERAYUNEWS – Berikut ini adalah informasi tentang jadwal one way arus mudik 2026.
Menjelang musim mudik Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 Hijriah, pemerintah kembali menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan di jalan tol.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way), contraflow, dan aturan ganjil genap akan diberlakukan di sejumlah ruas tol utama.
Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga kelancaran perjalanan pemudik, terutama di jalur-jalur yang biasanya mengalami kepadatan tinggi seperti Tol Trans Jawa serta Tol Tangerang–Merak.
Arus mudik dan arus balik diperkirakan meningkat signifikan karena masyarakat melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman menjelang Idul Fitri.
Pengaturan lalu lintas tersebut telah diatur melalui Surat Keputusan Bersama yang melibatkan beberapa instansi pemerintah.
Di antaranya Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri), serta Kementerian Pekerjaan Umum.
Keputusan bersama ini menjadi pedoman bagi pelaksanaan rekayasa lalu lintas selama masa angkutan Lebaran.
Pada periode mudik Lebaran 2026, sistem one way atau satu arah akan diterapkan di ruas Tol Trans Jawa.
Kebijakan ini berlaku mulai dari KM 70 Tol Jakarta–Cikampek hingga KM 421 Tol Semarang–Solo.
Penerapan sistem satu arah untuk arus mudik dijadwalkan berlangsung mulai Selasa, 17 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Selama periode tersebut, jalur tol akan difokuskan untuk kendaraan yang bergerak menuju arah timur atau ke luar Jakarta.
Sebagai bagian dari persiapan, petugas akan melakukan penutupan akses masuk serta pembersihan jalur sebelum sistem tersebut diberlakukan.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Maret 2026 pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.
Setelah periode one way selesai, jalur tol akan kembali dinormalisasi. Pembukaan kembali akses jalan direncanakan berlangsung pada Sabtu, 21 Maret 2026 dini hari antara pukul 00.00 hingga 02.00 WIB.
Selain saat mudik, sistem satu arah juga diberlakukan untuk mengatur arus balik Lebaran.
Rekayasa lalu lintas ini diterapkan dengan arah kebalikan, yaitu dari wilayah timur menuju Jakarta.
Pada periode arus balik, sistem one way akan berlaku di jalur yang sama, yakni dari KM 421 Tol Semarang–Solo hingga KM 70 Tol Jakarta–Cikampek.
Jadwal penerapannya dimulai Senin, 23 Maret 2026 pukul 12.00 WIB dan berakhir Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Selama masa tersebut, beberapa pintu masuk menuju arah Semarang akan ditutup sementara.
Kendaraan yang hendak memasuki jalur tol tertentu akan dialihkan ke gerbang tol alternatif sesuai pengaturan petugas.
Jika terjadi kepadatan di titik tertentu, kepolisian juga memiliki kewenangan untuk menerapkan sistem one way lokal.
Salah satu ruas yang berpotensi menerapkan kebijakan tersebut adalah jalur dari Gerbang Tol Kalikangkung hingga wilayah Boyolali.
Selain sistem satu arah, pemerintah juga menyiapkan kebijakan contraflow atau pengalihan jalur sementara di beberapa ruas tol.
Rekayasa ini biasanya dilakukan dengan membuka sebagian jalur dari arah berlawanan untuk menambah kapasitas kendaraan.
Di Tol Jakarta–Cikampek, contraflow direncanakan diberlakukan pada ruas KM 47 Karawang Barat hingga KM 70 Cikampek.
Penerapan pertama berlangsung pada 17 Maret 2026 pukul 14.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Selain itu, contraflow juga dapat diterapkan kembali pada 21 Maret 2026 antara pukul 12.00 hingga 20.00 WIB serta pada 22 Maret 2026 pukul 09.00 hingga 18.00 WIB.
Sementara untuk arus balik, pengaturan jalur contraflow dilakukan dari KM 70 menuju KM 47 mulai 23 Maret hingga 29 Maret 2026.
Pengaturan serupa juga diterapkan di Tol Jagorawi, khususnya di jalur menuju Jakarta dari KM 21 Gunung Putri hingga KM 8 Cipayung.
Rekayasa ini direncanakan berlangsung pada 24 Maret dan 29 Maret 2026 pada pukul 14.00 hingga 19.00 WIB.
Pemerintah mengimbau masyarakat yang berencana melakukan perjalanan mudik untuk memperhatikan jadwal rekayasa lalu lintas tersebut.
Pemudik juga disarankan menyesuaikan waktu keberangkatan dengan aturan ganjil genap sesuai nomor pelat kendaraan.
Selain itu, penting bagi masyarakat untuk memantau informasi terbaru dari pihak kepolisian dan pengelola jalan tol.
Hal ini karena penerapan rekayasa lalu lintas bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi di lapangan.
Dengan penerapan sistem one way, contraflow, serta ganjil genap, diharapkan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih tertib.
Pemerintah berharap langkah ini dapat membantu mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan para pemudik.
Demikian informasi tentang jadwal one way arus mudik 2026.***