
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Menjelang 17 Agustus, satu hal selalu dinanti selain lomba dan upacara bendera, yaitu rilis logo resmi Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI. Angka yang mewakili usia bangsa itu selalu berganti wajah setiap tahun, lengkap dengan tema yang menyertainya. Namun di balik desain yang terus berubah itu, tersimpan potret bagaimana negara memandang dirinya sendiri dari satu era ke era berikutnya.
Dikutip dari berbagai sumber, logo resmi HUT RI pertama kali dirilis pemerintah pada 1995, bertepatan dengan peringatan kemerdekaan ke-50 yang disebut “tahun emas”. Di era Presiden Soeharto, momentum ini digarap serius lewat Panitia Nasional Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI ke-50 yang diketuai Menteri Sekretaris Negara kala itu, Moerdiono. Logonya sederhana: angka 50 berwarna emas dipadu bendera merah putih dan tulisan “Indonesia Merdeka”. Sejak saat itulah Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) rutin merilis logo dan tema baru setiap tahun.
Desainnya relatif seragam sepanjang periode ini, angka tahun dipadu jumlah bendera merah putih yang terus bertambah, ditambah tulisan “Kemerdekaan Republik Indonesia”. Belum ada tema khusus, fokusnya murni pada angka dan bendera sebagai penanda usia kemerdekaan.
Logo mulai digarap lebih serius dan disandingkan tema resmi berupa kalimat panjang bernuansa kebangsaan, umumnya diawali frasa “Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945”. Pola ini bertahan hampir satu dekade, bahkan sampai menyinggung agenda politik yang sedang berlangsung, misalnya tema HUT ke-69 (2014) yang secara eksplisit mengajak dukungan pada suksesi kepemimpinan nasional hasil Pemilu 2014.
Sejak 2015, gaya komunikasi visual pemerintah berubah drastis. Tema panjang berganti jadi slogan pendek dan mudah diingat, sementara logo mulai digarap desainer grafis profesional lewat sayembara terbuka. Beberapa jejaknya: “Indonesia Kerja Nyata” (2016), “SDM Unggul, Indonesia Maju” (2019), “Indonesia Maju” (2020) dengan logo terinspirasi perisai Garuda Pancasila, “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat” (2022) yang menandai semangat pemulihan pascapandemi, hingga “Nusantara Baru, Indonesia Maju” (2024) yang merujuk pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Pada 2025, HUT ke-80 diluncurkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara dengan tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, hasil sayembara terbuka Kemensetneg bersama Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) dan Kementerian/Badan Ekonomi Kreatif.
Tahun ini, logo HUT ke-81 resmi diluncurkan di Kompleks Istana Kepresidenan pada 29 Juni 2026, mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Karyanya dirancang Fajar Novario, desainer asal Padang yang memenangkan sayembara publik dengan 44,73 persen suara. Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardianto, menyebut angka 81 dalam logo ini dibuat saling terhubung sebagai simbol persatuan dan kolaborasi membangun Indonesia.
Rangkaian logo HUT RI ini menarik disimak bukan cuma soal estetika. Perubahannya menyingkap bagaimana negara mengkomunikasikan diri kepada rakyat dari waktu ke waktu. Setiap logo pada dasarnya adalah rangkuman visual dari isu, harapan, dan tantangan bangsa pada tahun ia dirilis. Kemensetneg tetap menyediakan berkas resminya secara terbuka agar bisa dipakai luas oleh masyarakat, mulai dari spanduk hingga media sosial, sebagai bagian dari semarak perayaan kemerdekaan. (reza nugraha)