
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Kreativitas dan semangat gotong royong warga RT 02 RW 03 Desa Jipang, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, kembali terlihat menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Lingkungan warga mulai dihiasi lampu dan berbagai kreasi, termasuk sebuah menara yang dibuat secara swadaya.
Ketua RT 02 RW 03, Pak Tasam, mengatakan ide membuat menara muncul secara spontan ketika dirinya sedang ronda malam.
Gagasan tersebut kemudian diwujudkan bersama warga dengan sebagian besar biaya berasal dari kas RT. Lampu juga berasal dari warga, bahkan sejumlah warga secara sukarela memberikan bantuan uang dan tenaga tanpa diminta.
“Spontan terpikir ketika sedang ronda. Tiba-tiba ingin bikin menara, ada panggilan hati,” ujar Tasam.
Proses pembuatan menara melibatkan warga yang ahli di bidang seni. Pak Ali, yang juga mencetuskan ide tersebut, bertindak sebagai perancang utama, sementara Herma bertugas mencari referensi desain melalui internet
Menara tersebut telah selesai sebelum pengumuman perlombaan desa dimulai dan dipasang pada malam Kamis.
Kekompakan warga juga terlihat dari berbagai persiapan Agustusan. Ibu-ibu ikut latihan baris-berbaris pada malam hari yang dilanjutkan latihan karnaval. Anak muda pun dilibatkan untuk mengembangkan kreativitas sekaligus berbaur dengan warga yang lebih tua.
Menurut Tasam, keterlibatan anak muda penting karena sebagian besar masih sibuk bekerja. Ia ingin mereka tetap memiliki ruang untuk berkreasi tanpa meninggalkan pekerjaan.
“Anak muda harus berani. Kalau pintar tapi tidak berani tampil, ya bubar,” katanya.
Tahun ini, warga mempersiapkan sejumlah perlombaan, mulai dari karnaval, lomba kreasi lampu hias, lomba upacara, hingga karaoke. Setiap tahun, Desa Jipang memang dikenal meriah saat Agustusan, dengan RT 02 RW 03 menjadi salah satu wilayah yang kerap menjadi panutan bagi RT lainnya.
Tasam mengaku sengaja ingin membuat perubahan di lingkungannya karena sejak kecil suasana tersebut sudah ia rasakan. Selama hampir lima tahun, ia menjaga kekompakan warga dengan membangun kepercayaan melalui tindakan nyata.
“Harus membuktikan ke warga. Alhamdulillah, semua warga nurut ketika dikomandoi karena sudah memberi kepercayaan dan bukti,” tuturnya.
Melihat antusiasme dan kekompakan warga, Tasam mengaku terharu hingga meneteskan air mata. Ia tidak menyangka hasil kerja bersama tersebut mampu membuat lingkungan mereka semakin ramai dan dikenal.
Ia berharap tradisi gotong royong yang telah dibangun dapat terus dilanjutkan oleh pemimpin berikutnya, bahkan dikembangkan menjadi lebih baik.
“Yang sudah ada harus diteruskan dan dilanjutkan. Jangan sampai malah semakin turun. Kalau bisa lebih berkembang dan lebih baik,” harapnya.
Bagi warga RT 02 RW 03, kemeriahan menyambut kemerdekaan bukan sekadar perlombaan. Di balik menara dan lampu yang menghiasi lingkungan, ada kreativitas, kepedulian, dan gotong royong warga yang terus dijaga di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari.(Shafira Nur Anindya)