
SERAYUNEWS – Menjelang kelulusan, siswa kelas XII SMAN 1 Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, mendapatkan pelatihan keterampilan barista melalui kegiatan bertajuk ‘Sigaluh Barista Empowerment and Vocational Skill’ yang digelar di lingkungan sekolah, Selasa (10/2/2026).
Pelatihan ini digelar sebagai bekal keterampilan vokasional bagi siswa agar siap menghadapi dunia kerja, khususnya di sektor industri kopi.
Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah menghadirkan Young Ambassador Agriculture 2025, Fadlulloh Bilal Chibran Chaedae, sebagai narasumber utama pelatihan seni meracik kopi.
Melalui kegiatan ini, sekolah memberikan ruang bagi siswa yang memiliki minat dan ketertarikan pada dunia kopi dan profesi barista.
Fadlulloh Bilal Chibran Chaedae menyampaikan materi tentang barista profesional. Menurutnya, untuk menjadi barista yang hebat, hal terpenting yang harus dimiliki adalah niat dan kerja keras.
“Barista yang baik adalah yang memiliki niat kuat untuk belajar dan mau mendengar. Barista bukan hanya sekadar menyajikan atau meracik kopi, namun ada skill dan attitude khusus yang harus dimiliki. Itu yang kami latihkan di Misisipi Kopi,” ujar Gibran.
Ia menegaskan, untuk menjadi seorang barista yang handal dibutuhkan proses pembelajaran yang berkelanjutan.
Menurutnya, pihaknya siap melatih para calon barista agar siap terjun ke dunia kerja dan menjadi barista profesional.
“Kami sudah melatih lebih dari 2500 peserta, namun yang tersertifikasi sekitar 1700 an. Kami tidak main-main mengeluarkan sertifikat, karena kredibilitas kami dipertaruhkan,” katanya.
Selain mendapatkan materi, para siswa SMAN 1 Sigaluh juga diajak mempraktikkan langsung pembuatan berbagai jenis minuman kopi dengan menggunakan peralatan barista yang relatif lengkap.
Praktik tidak hanya diperagakan oleh barista profesional, tetapi para siswa juga diberi kesempatan untuk mencoba secara langsung.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara, Linovia Karmelita, mengatakan kegiatan ini tidak hanya membekali siswa dengan keterampilan pengolahan kopi.
Menurutnya, para siswa juga dikenalkan pada konsep hilirisasi produk kopi.
“Ke depan tidak hanya ketrampilan barista, namun siswa juga praktik dan mempelajari tentang budidaya kopi. Sehingga mereka tahu tentang bisnis kopi dari hulu sampai hilir melalui kegiatan ko kurikuler,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara SMAN 1 Sigaluh dengan Misisipi Kopi, serta bidang ekonomi kreatif.
Tidak hanya di lingkungan sekolah, para siswa juga direncanakan akan melakukan kunjungan langsung ke tempat pengolahan kopi yang berada di Desa Banjarmangu sebagai bagian dari penguatan pembelajaran vokasional.