Rabu, 20 Oktober 2021

Kasus Harian Covid-19 Menurun, Purbalingga Optimis Turun ke PPKM Level 2

Pelajar di salah satu sekolah di Purbalingga menjalani vaksinasi. Kasus harian Covid-19 di wilayah tersebut terus mengalami penurunan, sehingga berpeluang turun ke PPKM level 2. (Dok istimewa)

Kasus harian Covid-19 di Kabupaten Purbalingga terus mengalami penurunan. Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga per 4 Oktober 2021 terdapat 69 kasus aktif. Padahal di tanggal 29 September 2021 kasus aktif masih mencapai 220 kasus.


Purbalingga, serayunews.com

“Kasus harian memang terus mengalami penurunan. Semoga ini pertanda baik. Kami terus mengupayakannya. Semoga Purbalingga yang semula berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 bisa segera turun ke level 2,” kata Kepala Dinkes Purbalingga, Hanung Wikantono, Senin (4/10/2021).

Dia memaparkan dari 69 kasus positif tersebut,  46 penderita menjalani isolasi mandiri dan sisanya menjalani perawatan di rumah sakit.  Menurutnya turunnya kasus positif salah satunya dikarenakan siswa dua SMP di Kecamatan Mrebet yang sempat terpapar, sudah dinyatakan sembuh. “Kami berharap kasus terus menurun,” ungkapnya.

Mengacu data tersebut maka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Purbalingga yang dirawat di rumah sakit sebanyak 0,13 %. Sedangkan yang menjalani isolasi mandiri 0,25 %.  Angka kesembuhan pasien Covid-19 93,47 % dan yang meninggal 6,15 %.  “Jika mengacu assesment situasi Covid-19 per 2 Oktober 2021  Purbalingga sudah bisa masuk level 2,” ujarnya.

Disampaikan berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kasus konfirmasi positif di Kabupaten Purbalingga  11,12/100.000 penduduk. Sedangkan rawat inap  di rumah sakit 0,42/100.000 penduduk. “Kematian 0,21/100.000 penduduk,” tambahnya.

Selanjutnya untuk pelaksanaan testing, Purbalingga mencapai 10,04 % positivity rate/minggu, tracking 1,83 rasio kontak erat/kasus konfirmasi/minggu dan  treatment 10,27 BOR/minggu. Pihaknya optimistis Purbalingga akan segera masuk level 2.

“Namun walaupun kasusnya turun, kita tetap harus tetap menggencarkan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan (prokes),” lanjutnya.

Mengenai pelaksanaan vaksisnasi, Hanung menjelaskan, untuk dosis pertama sudah mencapai 33,39 % dengan jumlah 260.043 warga yang divaksin. Sementara untuk vaksinasi tahap kedua  mencapai 15,58% dengan 121.314 warga yang sudah divaksin. “ Untuk vaksinasi tahap ketiga untuk  tenaga kesehatan  0,28 %. Jumlah yang sudah tervaksin  2230 tenaga kesehatan,” imbuhnya.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini