
SERAYUNEWS-Kecelakaan karambol yang melibatkan lima kendaraan terjadi di jalur rawan kecelakaan di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu, (8/4/2026). Insiden tersebut mengakibatkan satu orang pengemudi truk meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara beberapa korban lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa terjadi di turunan Madukoro, Desa Candimulyo, Kecamatan Kertek, yang dikenal sebagai salah satu titik berbahaya di jalur Temanggung–Wonosobo. Kecelakaan bermula saat sebuah truk Hino bernomor polisi B-9587-XX yang mengangkut batu kapur melaju dari arah Temanggung menuju Wonosobo.
Saat melintasi jalan menurun yang cukup curam, diduga pengemudi truk tidak mampu mengendalikan kendaraannya. Truk tersebut kemudian menabrak empat kendaraan lain di depannya, yakni satu truk pengangkut kayu bernomor polisi Z-8317-YD, satu truk lainnya, satu kendaraan pikap, dan sebuah sepeda motor.
Benturan keras menyebabkan truk terguling dan menimbulkan kerusakan parah pada sejumlah kendaraan yang terlibat. Pengemudi truk pengangkut kayu dilaporkan terjepit di dalam kabin akibat kerasnya tabrakan.
Proses evakuasi korban berlangsung dramatis dan memakan waktu hampir satu jam. Petugas gabungan harus bekerja ekstra untuk mengeluarkan korban dari dalam kendaraan yang ringsek.
Kasat Lantas Polres Wonosobo, AKP Seno Hartanto, mengatakan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan. “Masih kami dalami terkait penyebab pasti kecelakaan ini,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, pengemudi truk pengangkut kayu yang identitasnya belum diketahui meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Jenazah korban kemudian dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Wonosobo untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, tiga korban lainnya mengalami luka berat dan ringan, dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Kecelakaan ini juga berdampak pada arus lalu lintas di jalur tersebut. Kemacetan panjang sempat terjadi hingga beberapa kilometer selama proses evakuasi dan penanganan di lokasi berlangsung.
Diketahui, jalur Temanggung–Wonosobo, khususnya di kawasan tersebut, kerap disebut sebagai “jalur tengkorak” karena memiliki karakteristik jalan yang menurun panjang, tikungan tajam, serta rawan kecelakaan. Pengendara diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima saat melintasi jalur ini.