
SERAYUNEWS– Ketua DPRD Kabupaten Purbalingga, HR Bambang Irawan, meninjau langsung lokasi terdampak bencana banjir bandang dan angin kencang di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, serta Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Minggu (25/01/2026). Kedua desa tersebut merupakan wilayah dengan dampak bencana paling parah, hingga memaksa sejumlah warga mengungsi ke posko maupun ke tempat yang lebih aman.
Dalam kunjungannya, HR Bambang Irawan mengawali peninjauan di posko pengungsian Desa Sangkanayu yang berada di kawasan Sangkanayu Hills. Berdasarkan data sementara, tercatat 16 warga mengungsi di posko, sementara sekitar 89 jiwa lainnya memilih mengungsi ke rumah sanak saudara atau tetangga yang tidak terdampak bencana.
Saat berada di lokasi, HR Bambang Irawan menyampaikan bahwa peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kondisi warga terdampak serta menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar para korban.
“Kami ingin memastikan seluruh korban bencana mendapatkan pelayanan yang maksimal, mulai dari kebutuhan makanan, tempat tinggal sementara, hingga ketersediaan obat-obatan. Semoga bencana di Desa Sangkanayu ini segera tertangani dan tidak terulang kembali,” ujarnya.
Selanjutnya, Ketua DPRD Purbalingga melanjutkan peninjauan ke Desa Serang, Kecamatan Karangreja. Di lokasi ini, ia melihat langsung kondisi posko pengungsian serta sejumlah titik yang terdampak banjir bandang cukup parah. Kondisi lapangan dinilai memprihatinkan, namun diharapkan dapat segera tertangani melalui langkah cepat dan terpadu antara pemerintah, TNI-Polri, relawan, serta masyarakat.
Menurut HR Bambang Irawan, penanganan pascabencana di Desa Serang memerlukan perhatian khusus, terutama dukungan alat berat, alat bantu evakuasi, serta armada truk untuk membersihkan material lumpur, batu, dan sampah yang terbawa arus banjir.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar bantaran sungai, agar tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang masih ekstrem.
“Jika terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba, warga diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman serta tetap menjaga kesehatan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DINKESPPKB) Kabupaten Purbalingga, dr. Jusi Febrianto, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiagakan dua posko kesehatan, masing-masing di Desa Serang dan Desa Sangkanayu.
“Posko kesehatan beroperasi 24 jam selama tujuh hari ke depan, dengan dukungan tenaga medis dari 22 puskesmas dan RSUD se-Kabupaten Purbalingga, baik negeri maupun swasta. Ketersediaan obat-obatan tercukupi dan logistik kesehatan dalam kondisi aman,” jelasnya.