
SERAYUNEWS – Bulan Dzulhijjah selalu menghadirkan suasana yang berbeda bagi umat Islam. Simak keutamaan puasa tarwiyah.
Selain menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci, bulan ini juga dikenal sebagai salah satu periode terbaik untuk memperbanyak amal ibadah.
Tidak sedikit Muslim memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kualitas spiritual, termasuk melalui puasa sunnah.
Di antara amalan yang sering dilakukan menjelang Hari Raya Iduladha adalah Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah.
Keduanya dilaksanakan pada hari-hari istimewa di awal Dzulhijjah dan diyakini memiliki banyak keutamaan.
Lalu, puasa Tarwiyah dilaksanakan tanggal berapa? Apa manfaat spiritual yang bisa Anda peroleh dari ibadah sunnah ini? Berikut penjelasannya.
Puasa Tarwiyah dilaksanakan setiap tanggal 8 Dzulhijjah. Pada tahun 2026, puasa ini bertepatan dengan Senin, 25 Mei 2026.
Setelah itu, umat Islam dapat melanjutkan dengan Puasa Arafah yang jatuh pada 9 Dzulhijjah atau Selasa, 26 Mei 2026.
Kedua puasa sunnah ini sering dijalankan secara berurutan karena memiliki nilai keutamaan yang besar.
Meski demikian, seseorang tetap diperbolehkan menjalankan salah satunya apabila tidak mampu melaksanakan keduanya.
Bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, hari-hari menjelang Iduladha menjadi kesempatan berharga untuk memperbanyak amal saleh.
Puasa Tarwiyah dan Arafah menjadi salah satu bentuk ibadah yang banyak dipilih karena ringan dilakukan tetapi memiliki nilai pahala besar.
Puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah.
Kata “Tarwiyah” memiliki kaitan dengan rangkaian ibadah haji, yakni masa ketika jamaah mulai mempersiapkan perjalanan menuju Arafah.
Dalam konteks kehidupan sehari-hari, puasa ini dapat dimaknai sebagai bentuk persiapan batin menuju hari besar Iduladha.
Anda tidak hanya diajak menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran, menjaga lisan, serta meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT.
Di sisi lain, sehari setelah Tarwiyah terdapat Puasa Arafah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Hari ini bertepatan dengan momentum wukuf jamaah haji di Padang Arafah, salah satu rukun penting dalam ibadah haji.
Banyak umat Islam menjalankan puasa sunnah ini karena berbagai keutamaannya. Berikut beberapa manfaat spiritual yang sering disebut dalam ajaran Islam.
1. Menjadi Jalan Penghapusan Dosa
Salah satu keutamaan paling terkenal dari Puasa Arafah berkaitan dengan pengampunan dosa. Rasulullah saw. bersabda:
“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)
Hadis tersebut menjadi alasan mengapa banyak Muslim sangat menantikan Puasa Arafah.
Harapannya, ibadah yang dijalankan dengan penuh keikhlasan dapat menjadi sarana memperbaiki diri sekaligus memohon ampun atas kesalahan yang pernah dilakukan.
Meski demikian, para ulama umumnya menjelaskan bahwa keutamaan penghapusan dosa ini merujuk pada dosa-dosa kecil.
Sementara untuk dosa besar, seseorang tetap perlu bertobat secara sungguh-sungguh disertai niat tidak mengulanginya.
2. Amal Ibadah Memiliki Nilai Lebih Besar
Sepuluh hari pertama Dzulhijjah sering disebut sebagai waktu terbaik untuk memperbanyak amal saleh.
Karena itu, ibadah yang dilakukan pada masa ini, termasuk puasa sunnah, memiliki keistimewaan tersendiri.
Bagi Anda yang ingin memperbaiki kualitas ibadah, momen ini dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah, hingga memperbaiki hubungan dengan keluarga dan sesama.
Puasa Tarwiyah dan Arafah juga dapat menjadi sarana latihan spiritual.
Ketika seseorang mampu menjaga diri selama berpuasa, ia belajar untuk lebih disiplin, sabar, dan fokus terhadap tujuan ibadahnya.
3. Momentum Memohon Perlindungan dan Rahmat Allah
Hari Arafah dikenal sebagai salah satu waktu istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Banyak umat Islam meyakini hari ini sebagai kesempatan memperbanyak doa dan memohon perlindungan. Ketika menjalankan puasa, suasana batin biasanya menjadi lebih tenang.
Kondisi tersebut membuat seseorang lebih mudah melakukan refleksi diri, mengingat kesalahan masa lalu, serta memperbaiki hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
Tidak sedikit orang yang memanfaatkan hari ini untuk berdoa mengenai kesehatan keluarga, keberkahan rezeki, pendidikan anak, hingga harapan hidup yang lebih baik.
4. Melatih Kesabaran dan Pengendalian Diri
Di balik nilai pahala yang besar, puasa sunnah juga membawa manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Menahan lapar dan haus mengajarkan seseorang untuk lebih sabar dan mampu mengendalikan emosi.
Anda juga diajak menjaga ucapan, menghindari amarah, serta memperbanyak perilaku baik.
Dengan demikian, puasa bukan hanya ritual ibadah, tetapi latihan membentuk karakter yang lebih matang.
Jawabannya adalah tidak. Puasa Tarwiyah termasuk ibadah sunnah, sehingga tidak ada kewajiban untuk menjalankannya.
Namun, banyak ulama menganjurkan amalan ini karena dilaksanakan pada waktu yang sangat istimewa.
Jika Anda memiliki kesempatan dan kondisi tubuh yang memungkinkan, tidak ada salahnya memanfaatkan momentum ini untuk memperbanyak amal saleh.
Jika belum terbiasa, Anda dapat memulainya dengan niat sederhana: menjalani puasa sebagai bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Bulan Dzulhijjah bukan hanya tentang ibadah kurban atau suasana Iduladha. Ada banyak peluang untuk memperkaya kualitas spiritual, salah satunya melalui Puasa Tarwiyah dan Arafah.
Tahun ini, Puasa Tarwiyah jatuh pada Senin, 25 Mei 2026, sementara Puasa Arafah dilaksanakan Selasa, 26 Mei 2026.
Dengan memahami makna dan keutamaannya, Anda dapat mempersiapkan diri lebih baik untuk menjalani hari-hari penuh keberkahan tersebut.***