Khawatir Anak Kecanduan Gadget, Begini Cara Ibu-ibu Banjarnegara Mencegahnya
Banyak orangtua yang menjadikan gadget atau HP, menjadi senjata ampuh untuk membuat anak tenang dan betah di rumah. Namun belakangan hal ini menjadi permasalahan sendiri, setelah banyak anak usia dini yang sudah kecanduan gadget dan bahkan sangat tergantung pada perangkat tersebut.
Banjarnegara, Serayunews.com
Selama pandemi Covid-19, hampir seluruh kegiatan belajar mengajar menggunakan ponsel. Sehingga hampir setiap hari, anak tidak bisa lepas dari gadget. Hal ini tentu menjadikan tantangan tersendiri bagi orangtua di masa digital ini, sebab tidak sedikit dampak buruk pada anak jika sudah kecanduan gadget. Saat ini, penggunaan gadget di kalangan anak semakin mengkhawatirkan, akibat dari penggunaan berlebihan.
Dengan kondisi ini, maka dibutuhkan langkah-langkah tepat untuk menerapkan pola asuh di era digital. Sebab, kecanduan gadget pada anak tidak boleh dianggap enteng. Pasalnya, kebiasaan main gadget terus-terusan akan berdampak buruk pada kesehatan anak dalam jangka panjang.
Yunia Rahma, seorang ibu di Banjarnegara menilai, perkembangan tekhnologi memang tidak bisa dihindari. Dia juga mengakui, jika penggunaan gadget memiliki pengaruh yang kurang baik meski tidak dapat dipungkiri juga bahwa gadget merupakan suatu alat yang mendukung kegiatan sehari-hari.
Sebagai orangtua, tentu harus pandai-pandai memberikan pemahaman pada anak soal gadget. Sebagai ibu yang juga bekerja, satu sisi gadget pada anak memiliki peran penting untuk mendukung komunikasi, gadget juga bisa dimanfaatkan untuk mencari berbagai informasi, belajar, hiburan, dan lain-lain. Untuk itu, butuh strategi khusus agar anak tidak kecanduan gadget.
“Sebenarnya banyak cara, mulai dari kita yang tidak bermain gadget saat bersama anak, hingga memberikan pembatasan anak dalam bermain gadget. Kita harus jadi contoh dulu,” ujarnya.
Selain itu, dia juga memiliki cara jitu untuk bisa melepas gadget dari tangan anak, seperi mengajak bermain bersama, hingga mendukung anak melakukan kegiatan positif di luar rumah seperti mengikuti kegiatan olahraga, atau sejenisnya.
“Kebetulan anak saya suka basket, sehingga kami luangkan waktu saat sore hari untuk mengantar anak bermain basket, dan ini bisa membantu agar anak tidak terlalu bergantung dengan gadget, begitu juga memberikan ruang bagi anak untuk menikmati masa kecilnya bersama teman seusianya,” ujarnya.
Senada dengan yang disampaikan oleh Novita, wanita karier Banjarnegara ini lebih sering mengajak anaknya untuk bermain sepeda atau renang. Tak hanya itu, dia juga mengenalkan pemainan tradisional seperi melipat kertas, membuat mainan dari kertas atau barang bekas, hingga permainan lainnya.
“Sesekali kita alihkan perhatian mereka dari gadget, namun ini bukan berarti mereka lepas dari gadget. Kita berikan pemahaman jika alat komunikasi ini, bisa digunakan seperlunya dan saat diperlukan saja. Intinya sebagai orang tua kita harus siapkan waktu luang untuk mereka,” ujarnya.
Hesti, warga Desa Banjarmangu ini memilih untuk mengajak anak jalan-jalan dan bermain bersama. Sebab kondisi ini selain membuat anak nyaman, juga bisa dimanfaatkan untuk mencari dan mendukung komunikasi lebih dekat dengan anak.
“Kalau saya lebih cenderung mendukung kegiatan anak, termasuk ajak mereka jalan-jalan dan mengenal lingkungan sekitar. Lebih sering mengalihkan anak pada kegiatan fisik agar anak tidak dekat dengan gadget, namun kita sebagai orang tua juga harus menjadi contoh, jangan bermain HP saat sedang bersama anak,” ujarnya.