
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS – Di balik setiap prestasi anak, selalu ada dukungan keluarga, guru, dan lingkungan yang percaya pada potensi mereka. Kisah inspiratif itu hadir dari Anindra Rafael Pradita atau Rafa, siswa SLB Negeri Banjarnegara, yang berhasil mengukir prestasi di bidang seni lukis hingga tingkat nasional.
Rafa membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya. Berkat bakat, kerja keras, serta pendampingan yang konsisten, ia berhasil meraih juara dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Disabilitas.
Rafa mulai menunjukkan ketertarikannya pada dunia seni sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Saat itu, ia gemar mewarnai dan menggambar menggunakan media kertas serta krayon.
Bakat tersebut terus berkembang ketika memasuki jenjang SMP. Di sekolah, Rafa bertemu dengan guru Seni Rupa, Ayu Olivia, yang akrab disapa Oliv.
Melihat potensi yang dimiliki Rafa, Oliv mulai mengenalkannya pada media kanvas dan teknik melukis menggunakan cat akrilik.
“Alhamdulillah, Rafa langsung cepat menangkap apa yang saya instruksikan mengenai pencampuran warna dan cara pengaplikasian pada media kanvas,” ujar Oliv.
Pada tahun ini, Rafa mengikuti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Disabilitas saat berada di penghujung kelas 9.
Untuk menghadapi kompetisi tersebut, Oliv mendampingi Rafa secara intensif selama sekitar dua bulan.
Latihan dimulai dari membuat sketsa kasar di atas kertas hingga menuangkannya ke media kanvas sesuai petunjuk teknis lomba.
Setiap hari, Rafa berlatih mengasah teknik dan kreativitasnya agar mampu menghasilkan karya terbaik.
Dalam kompetisi FLS3N, Rafa mengangkat tema menumbuhkan karakter bangsa melalui kreativitas dan apresiasi seni budaya.
Karyanya menggambarkan semangat kebersamaan dalam keberagaman dengan menghadirkan ikon budaya seperti Candi Arjuna serta berbagai tokoh seni sebagai bagian dari visualisasi Indonesia yang kaya akan budaya.
Selain mendapatkan pendampingan dari sekolah, Rafa juga memperoleh dukungan penuh dari kedua orang tuanya yang menyediakan berbagai perlengkapan melukis sehingga ia tetap bisa berlatih di rumah.
Kerja keras Rafa akhirnya membuahkan hasil membanggakan.
Ia berhasil meraih Juara I FLS3N Disabilitas tingkat Provinsi Jawa Tengah, kemudian melanjutkan perjuangannya di tingkat nasional dan meraih Juara Harapan III.
Tak hanya itu, karya-karya Rafa juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Beberapa lukisannya bahkan telah dibeli oleh Ibu Bupati Banjarnegara dan Wakil Bupati Banjarnegara.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi apabila memperoleh dukungan yang tepat.
Bagi Oliv, keberhasilan Rafa bukan hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus.
“Untuk para orang tua yang memiliki anak-anak spesial, jangan pernah merasa minder dan putus asa dalam membimbing mereka. Semua anak pasti memiliki keunikan dalam diri mereka. Ada hal yang yang mungkin itu anugrah yang dititipkan pada kita sebagai orang tua. Semua anak memiliki keistimewaan masing-masing,” pesan Oliv.
Kisah Rafa menjadi bukti bahwa bakat dapat berkembang ketika mendapat kesempatan, pendampingan, dan dukungan dari keluarga maupun sekolah.
Harapannya, semakin banyak anak berkebutuhan khusus yang memperoleh ruang untuk mengembangkan potensinya sehingga lahir lebih banyak generasi inspiratif yang mampu mengharumkan nama Banjarnegara maupun Indonesia di tingkat nasional.