
SERAYUNEWS – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar tahun 2026 mulai menjadi perhatian para siswa, guru, dan orang tua. Ujian ini dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 30 April 2026, setelah pendaftaran resmi dibuka sejak 19 Januari 2026.
Kehadiran TKA menjadi bagian dari transformasi sistem evaluasi pendidikan yang dirancang oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia untuk mengukur kemampuan siswa secara lebih komprehensif.
Tidak seperti ujian konvensional yang cenderung menitikberatkan hafalan, TKA hadir dengan pendekatan baru yang menguji pemahaman, analisis, hingga kemampuan menyelesaikan masalah.
TKA merupakan bentuk asesmen nasional yang dirancang untuk mengetahui capaian akademik siswa secara objektif dan terstandar.
Ujian ini ditujukan khusus bagi siswa kelas VI SD sebagai bekal sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
Dalam implementasinya, TKA lebih menekankan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi atau higher order thinking skills (HOTS).
Artinya, siswa tidak hanya diminta mengetahui jawaban, tetapi juga memahami konsep, mengolah informasi, serta menarik kesimpulan dari suatu persoalan.
Pada TKA SD 2026, terdapat dua mata pelajaran utama yang menjadi fokus, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika. Kedua bidang ini dipilih karena dianggap sebagai fondasi utama dalam kemampuan literasi dan numerasi siswa.
Pendekatan ini sekaligus menunjukkan bahwa kemampuan membaca dan berhitung menjadi kunci penting dalam memahami berbagai pelajaran lainnya.
Dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, fokus utama terletak pada keterampilan membaca. Siswa akan diuji melalui dua jenis teks, yaitu teks informasi dan teks fiksi.
Teks informasi berisi fakta sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks lokal maupun nasional. Sementara itu, teks fiksi mencakup cerita imajinatif atau kisah sederhana dengan alur yang mudah dipahami.
Karakteristik teks yang digunakan dalam ujian juga telah disesuaikan dengan kemampuan siswa SD. Panjang teks berkisar antara 150 hingga 200 kata, menggunakan kalimat sederhana dengan struktur dasar, serta kosakata yang dominan bermakna lugas.
Adapun kompetensi yang diukur meliputi kemampuan menemukan informasi tersurat, memahami makna tersirat, menyusun kembali isi bacaan, hingga menilai gagasan dalam teks. Selain itu, siswa juga diharapkan mampu memberikan tanggapan atau refleksi terhadap isi bacaan.
Berbeda dengan Bahasa Indonesia yang fokus pada literasi, Matematika dalam TKA SD lebih menitikberatkan pada pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah.
Materi yang diujikan mencakup bilangan, seperti operasi hitung dan pecahan, kemudian geometri serta pengukuran, hingga pengolahan data sederhana.
Soal-soal yang diberikan umumnya berbentuk cerita, sehingga siswa dituntut mampu memahami konteks sebelum menentukan jawaban.
Kemampuan yang diukur tidak hanya sekadar menghitung, tetapi juga menganalisis pola, membaca data, serta menghubungkan konsep matematika dengan situasi nyata.
TKA SD 2026 menghadirkan variasi bentuk soal yang lebih beragam dibandingkan ujian sebelumnya. Model soal terdiri dari pilihan ganda sederhana, pilihan ganda kompleks dengan lebih dari satu jawaban benar, serta pilihan ganda kategori.
Selain itu, soal dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu soal tunggal dan soal kelompok. Soal kelompok biasanya berbasis pada satu stimulus yang sama, seperti teks atau data tertentu, yang kemudian diikuti beberapa pertanyaan.
Model ini dirancang untuk menguji kemampuan analisis siswa secara lebih mendalam.
Demikian informasi lengkap tentang kisi-kisi TKA SD 2026. Semoga membantu.***