
SERAYUNEWS- Persaingan gelar juara BRI Super League 2025-26 semakin panas memasuki pekan ke-31. Dua tim papan atas, Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda, kini terlibat duel ketat dalam perebutan posisi puncak klasemen sementara.
Kedua klub sama-sama mengoleksi 69 poin, namun Persib Bandung masih unggul tipis dalam perhitungan klasemen sehingga bertahan di posisi pertama. Situasi ini membuat perebutan trofi musim 2025-26 diprediksi berlangsung hingga pekan terakhir.
Tidak hanya di papan atas, persaingan menuju zona Asia, perebutan posisi tengah, hingga ancaman degradasi juga semakin memanas. Sejumlah klub mulai kehilangan poin penting, sementara beberapa tim kejutan berhasil tampil konsisten sepanjang musim.
Persib Bandung menjadi salah satu tim paling konsisten musim ini. Dari 30 pertandingan yang sudah dijalani, Maung Bandung sukses meraih 21 kemenangan, 6 hasil imbang, dan hanya menelan 3 kekalahan.
Produktivitas lini depan serta kokohnya pertahanan menjadi faktor utama keberhasilan Persib bertahan di papan atas. Mereka telah mencetak 54 gol dan baru kebobolan 20 kali, menjadikan Persib salah satu tim dengan pertahanan terbaik di kompetisi musim ini.
Konsistensi permainan membuat peluang Persib meraih gelar juara semakin terbuka. Namun tekanan besar tetap datang dari Borneo FC yang terus menempel ketat.
Di sisi lain, Borneo FC Samarinda tampil luar biasa sepanjang musim. Klub berjuluk Pesut Etam itu bahkan menjadi tim paling produktif di liga dengan torehan 62 gol dari 30 pertandingan.
Borneo FC mengoleksi 22 kemenangan dan hanya mengalami 5 kekalahan. Meski memiliki jumlah poin sama dengan Persib, mereka masih berada di posisi kedua akibat kalah dalam selisih klasemen.
Performa agresif Borneo FC membuat persaingan juara semakin sulit diprediksi. Jika Persib terpeleset dalam beberapa laga sisa, Borneo FC berpeluang besar mengambil alih puncak klasemen.
Sementara itu, Persija Jakarta masih menjaga asa dalam perebutan gelar juara. Tim ibu kota kini menempati posisi ketiga dengan 62 poin hasil dari 19 kemenangan, 5 seri, dan 6 kekalahan.
Meski terpaut tujuh poin dari dua tim teratas, peluang Persija belum sepenuhnya tertutup. Macan Kemayoran masih memiliki kesempatan memperkecil jarak apabila Persib maupun Borneo FC gagal meraih kemenangan pada laga-laga berikutnya.
Konsistensi di sisa musim menjadi kunci penting bagi Persija jika ingin terus bersaing dalam perebutan trofi.
Salah satu cerita menarik musim ini datang dari Malut United FC. Klub tersebut sukses menembus posisi empat besar klasemen sementara dengan koleksi 52 poin dari 31 pertandingan.
Malut United tampil cukup produktif dengan mencetak 66 gol, jumlah yang bahkan melampaui produktivitas Persib Bandung. Penampilan impresif mereka menjadi kejutan besar di kompetisi musim ini.
Jika mampu menjaga konsistensi, Malut United berpotensi finis di zona papan atas sekaligus mengamankan tiket kompetisi Asia musim depan.
Persebaya Surabaya juga menunjukkan performa membaik setelah naik ke posisi kelima dengan 51 poin. Tim Bajul Ijo baru saja mencatat kemenangan meyakinkan pada pekan terbaru.
Di bawah Persebaya, persaingan papan tengah berlangsung sangat ketat. Klub seperti Bhayangkara Presisi Lampung FC, Dewa United Banten FC, dan Bali United FC masih bersaing ketat memperebutkan posisi terbaik.
Selisih poin yang tipis membuat perubahan posisi klasemen bisa terjadi setiap pekan.
Beberapa tim besar justru masih kesulitan menemukan performa terbaik musim ini. Arema FC masih tertahan di papan tengah dengan 39 poin.
Hal serupa dialami PSM Makassar yang berada di posisi ke-14 dengan 31 poin. PSM mengalami inkonsistensi sepanjang musim dan harus bekerja keras agar tidak terseret lebih dekat ke zona degradasi.
Persaingan di papan bawah tidak kalah menarik. Persis Solo masih berjuang keluar dari zona merah setelah mengoleksi 27 poin dari 31 laga. Sementara Semen Padang FC dan PSBS Biak berada dalam situasi sulit.
PSBS Biak menjadi tim dengan pertahanan terburuk musim ini setelah kebobolan 78 gol. Mereka juga baru meraih 4 kemenangan sepanjang kompetisi berjalan.
Jika gagal bangkit dalam beberapa pertandingan sisa, peluang kedua tim bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia akan semakin berat.
Sejumlah laga penting akan tersaji dalam lanjutan kompetisi pekan ini. Berikut jadwal pertandingan yang diprediksi berlangsung sengit:
Minggu, 3 Mei 2026
– Persik Kediri vs Arema FC
Kick-off 15.30 WIB
Stadion Gelora Joko Samudro
– Dewa United Banten FC vs Semen Padang FC
Kick-off 19.00 WIB
Stadion Banten International Stadium
Senin, 4 Mei 2026
– PSM Makassar vs Bhayangkara Presisi Lampung FC
Kick-off 15.30 WIB
Stadion Gelora B.J. Habibie
– Persib Bandung vs PSIM Yogyakarta
Kick-off 15.30 WIB
Stadion Gelora Bandung Lautan Api
– Persijap Jepara vs Persija Jakarta
Kick-off 19.00 WIB
Stadion Gelora Bumi Kartini
Selasa, 5 Mei 2026
– Madura United FC vs Bali United FC
Kick-off 15.30 WIB
Stadion Gelora Bangkalan
– Borneo FC Samarinda vs Persita
Kick-off 19.00 WIB
Stadion Segiri
1. Persib Bandung — 69 poin
2. Borneo FC Samarinda — 69 poin
3. Persija Jakarta — 62 poin
4. Malut United FC — 52 poin
5. Persebaya Surabaya — 51 poin
6. Bhayangkara Presisi Lampung FC — 47 poin
7. Dewa United Banten FC — 47 poin
8. Bali United FC — 45 poin
9. Persita — 44 poin
10. Arema FC — 39 poin
11. PSIM Yogyakarta — 39 poin
12. Persik Kediri — 33 poin
13. Persijap Jepara — 31 poin
14. PSM Makassar — 31 poin
15. Madura United FC — 29 poin
16. Persis Solo — 27 poin
17. Semen Padang FC — 20 poin
18. PSBS Biak — 18 poin