
SERAYUNEWS – Bupati Banjarnegara Amalia Desiana meninjau dua lokasi bencana tanah longsor di Dusun Melikan, Desa Giritirta, Kecamatan Pejawaran, serta di Dusun Kaliglagah, Desa Gumingsir, Kecamatan Pagentan. Bencana tersebut menyebabkan sejumlah rumah rusak dan warga terpaksa mengungsi.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk segera menghimpun data warga terdampak dan tingkat kerusakan rumah guna mempercepat penanganan dan penyaluran bantuan.
“Kami ingin data yang jelas dan akurat, jumlah warganya, jumlah rumah yang rusak, datanya harus valid. Kita akan berupaya semaksimal mungkin agar masyarakat segera kembali mendapat hunian yang layak dan kehidupan normal seperti sebelum terjadi bencana,” katanya.
Bupati menjelaskan, setelah data terdampak dinyatakan lengkap dan valid, Pemkab Banjarnegara akan mengusulkan pembangunan hunian tetap (huntap) kepada pemerintah pusat melalui BNPB, khususnya bagi warga yang rumahnya berada di lokasi tidak aman.
“Kita berencana akan relokasi ke tempat yang lebih aman dan mengusulkan pembangunan huntap bagi warga yang lokasi rumahnya sudah tidak bisa dihuni lagi karena dapat mengancam keselamatan,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan deras berlangsung lama.
“Kondisi geografis kita memang seperti ini, maka harus lebih waspada apalagi saat hujan lebat dan berlangsung lama,” katanya.
Bupati juga mendorong setiap desa memiliki mekanisme peringatan darurat, meski belum dilengkapi alat Early Warning System (EWS).
Menurutnya, desa bisa menyepakati tanda tertentu sebagai isyarat bahaya, sehingga ketika dibunyikan warga langsung menuju titik evakuasi.
Langkah ini dinilai penting untuk meminimalkan risiko korban jiwa saat terjadi bencana secara mendadak.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara, Raib Syekhudin, menyampaikan bahwa hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama terjadinya bencana di dua wilayah tersebut.
Di Dusun Melikan, Desa Giritirta, longsor menyebabkan 6 rumah rusak, 6 KK mengungsi, serta 21 KK mengungsi secara tentatif.
Sedangkan di Dusun Kaliglagah, Desa Gumingsir, 66 jiwa dari 27 KK mengungsi akibat 22 rumah mengalami rusak berat karena pergerakan tanah.
“Sementara warga mengungsi. Tadi arahan dari Bupati, warga yang lokasinya memang tidak bisa digunakan kembali karena berbahaya maka akan direlokasi dan diusulkan untuk pembangunan huntap,” katanya.