
SERAYUNEWS – Puasa Ramadhan merupakan salah satu kewajiban utama bagi umat Islam yang memiliki kedudukan penting dalam ajaran agama.
Ibadah ini dilaksanakan dengan menahan diri dari makan, minum, serta berbagai hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam selama satu bulan penuh.
Selain sebagai rukun Islam, puasa juga dikenal sebagai ibadah yang memiliki banyak keutamaan yang dijelaskan melalui berbagai hadis Rasulullah SAW.
Dalam sejumlah riwayat hadis, dijelaskan bahwa orang yang menjalankan puasa Ramadhan mendapatkan berbagai keistimewaan yang tidak dimiliki umat sebelum Nabi Muhammad SAW.
Sahabat Nabi, Abu Hurairah meriwayatkan hadis yang menjelaskan bahwa orang yang berpuasa memperoleh doa ampunan dari para malaikat hingga waktu berbuka.
Selain itu, Allah SWT disebut menghiasi surga setiap hari sebagai bentuk penghormatan bagi hamba-Nya yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh keimanan.
Arab:
قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ
Latin:
Qad jā`akum Ramadhānu syahrum mubārakun, iftaradhallāhu ‘alaikum shiyāmahu, tuftahu fīhi abwābul jannah, wa yughlaqu fīhi abwābul jahīm, wa tughallu fīhis syayāthīn, fīhi lailatun khairun min alfi syahr.
Artinya:
Telah datang bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu. Saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. (HR Ahmad)
Arab:
إذَا كَانَ أوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِرَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أبْوَابُ الجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِيْ مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلُّ لَيْلَةٍ
Latin:
Idzā kāna awwalu lailatin min syahri Ramadhān, suffidatis syayāthīn wa maradatil jinn, wa ghulliqat abwābun nār falam yuftah minhā bāb, wa futtihat abwābul jannah falam yughlaq minhā bāb, wa yunādī munādin yā bāghiyal khair aqbil, wa yā bāghiyasy syarr aqshir, wa lillāhi ‘utaqā’u minan nār, wa dzālika kullu lailah.
Artinya:
Jika awal Ramadhan tiba, maka setan-setan dan jin dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Sedangkan pintu-pintu surga dibuka, dan tidak satu pintu pun yang ditutup. Lalu ada seruan: Wahai orang yang menginginkan kebaikan, datanglah. Wahai orang yang ingin kejahatan, tahanlah dirimu. Pada setiap malam Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka. (HR Tirmidzi)
Arab:
اَلصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَاُن إلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاةٌ مَا بَيْنَهُنَّ إذَاجْتَنَبَ اْلكَبَائِرَ
Latin:
Ash-shalawātul khamsu wal jumu‘atu ilal jumu‘ah wa Ramadhānu ilā Ramadhān mukaffirātun mā bainahunna idzajtunibal kabāir.
Artinya:
Jarak antara shalat lima waktu, shalat Jumat dengan Jumat berikutnya dan puasa Ramadhan dengan Ramadhan berikutnya merupakan penebus dosa-dosa yang ada di antaranya apabila tidak melakukan dosa besar. (HR Muslim)
Arab:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Latin:
Man shāma Ramadhāna īmānan wahtisāban ghufira lahu mā taqaddama min dzanbih.
Artinya:
Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari dan Muslim)
Arab:
مَنْ فَطَرَ صَائِمًا كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أجْرِ الصَّا ئِمِ لَا يَنْقُصَ مِنْ أجْرِ الصَّائِمِ شَيْئٌ
Latin:
Man faththara shāiman kutiba lahu mitslu ajrish shāim, lā yanqushu min ajrish shāim syai’un.
Artinya:
Barangsiapa memberi makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang tersebut. (HR Ahmad)
Arab:
أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ؟ قَالَ صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ
Latin:
Ayyush shadaqati afdlal? Qāla shadaqatun fī Ramadhān.
Artinya:
Rasulullah pernah ditanya, “Sedekah apakah yang paling utama?” Beliau menjawab, “Sedekah di bulan Ramadhan.” (HR Tirmidzi)
Arab:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Latin:
Man qāma Ramadhāna īmānan wahtisāban ghufira lahu mā taqaddama min dzanbih.
Artinya:
Barangsiapa beribadah di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari dan Muslim)
Arab:
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ ؛دَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ
Latin:
Tsalātsu da‘awātin mustajābāt: da‘watush shāim, wa da‘watul musāfir, wa da‘watul madhlūm.
Artinya:
Ada tiga doa yang mustajab, yaitu doa orang yang berpuasa, doa musafir, dan doa orang yang teraniaya. (HR Baihaqi)
Arab:
اَلصُّيَامُ وَاْلقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ يَقُوْلُ اَلصِّيَامُ أيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتَ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيْهِ وَيَقُوْلُ اْلقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيْهِ قَالَ فَيُشَفِّعَانِ
Latin:
Ash-shiyāmu wal qur’ānu yasyfa‘āni lil ‘abdi yaumal qiyāmah, yaqūlush shiyām ay rabbi mana‘tuhu ath-tha‘āma wasy syahawāt bin nahār fa syaffi‘nī fīh, wa yaqūlul qur’ān mana‘tuhu an nauma bil lail fa syaffi‘nī fīh, qāla fa yusyaffa‘ān.
Artinya:
Puasa dan Al-Qur’an akan memberi syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: “Ya Rabb, aku mencegahnya dari makan dan minum di siang hari.” Al-Qur’an berkata: “Aku mencegahnya dari tidur di malam hari.” Maka keduanya diberi izin memberi syafaat. (HR Ahmad)