Minggu, 5 Februari 2023

Lakukan Audit Eksternal, Plt Direktur RSI Banjarnegara Banjir Dukungan

Sejumlah karyawan RSI Banjarnegara yang tergabung dalam Perkasi, melakukan deklarasi dan dukungan pada Plt direktur yang baru untuk melakukan perbaikan tata kelola rumah sakit yang efektif dan terbebas dari KKN, Senin (23/1/2023). (Maula/Serayunews)

Sempat terjadi gejolak terkait dengan adanya audit ekstern


al pada Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara, para karyawan yang tergabung dalam Persatuan Karyawan Ruah Sakit Islam (Perkasi) Banjarnegara, mendeklarasikan dukungan pada Plt Direktur RSI Banjarnegara.


Banjarnegara, serayunews.com

Deklarasi dan dukungan untuk mengawal Plt RSI Banjarnegara, dr Arif Fadlullah Chonar ini, dilakukan dengan pemberian tanda tangan oleh ratusan karyawan RSI Banjarnegara agar proses audit rumah sakit bisa terus dilakukan di bawah kepemimpinan dr Arif.

Ketua Perkasi Banjarnegara, dr. Ardhy Oemar Agustjik mengatakan, deklarasi ini dilakukan untuk mendukung Plt agar proses audit yang dilakukan pihak eksternal terus dilakukan sebagai bentuk open manajemen dari RSI Banjarnegara.

“Dukungan moral ini, sangat penting demi terwujudnya pelayanan dan kinerja seluruh karyawan yang nyaman dan maksimal dalam memberikan pelayanan. Langkah audit ini, bentuk keterbukaan dari Plt direktur,” katanya.

Menurutnya, sebelum adanya dukungan ini, sempat muncul adanya isu terkait serikat pekerja lain di RSI selain Perkasi, termasuk adanya upaya menghambat jalannya audit. Sehingga Perkasi memberikan dukungan pada pihak Plt direktur, agar proses audit berjalan terus.

“Kami ingin terbuka, sehingga pelayanan bisa maksimal, dan ini bentuk pertanggungjawaban dari RSI terhadap pemilik, dalam hal ini yayasan rumah sakit. Dengan audit dari pihak eksternal ini, akan semakin jelas perkembangan RSI sejauh mana, termasuk mencegah atau melihat adanya hal ketidakwajaran dalam manajemen RSI,” katanya.

Sementara itu, Plt Direktur RSI Banjarnegara dr. Arif Fadlullah Chonar, menyambut baik dukungan ini. Sebab dirinya tidak memiliki ambisi untuk menjabat pimpinan di RSI, dia menjalankan amanah sesuai dengan yang diberikan dari pihak yayasan.

“Kami ingin bekerja dengan ikhlas dalam melayani, audit ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk meluruskan dan menata manajemen rumah sakit. Jika ada kekeliruan, tentu akan kita benahi bersama-sama demi pelayanan ke depan lebih baik,” katanya.

Dia juga mengatakan, jika sebelumnya sempat terjadi gejolak terkait adanya pembentukan serikat pekerja baru di lingkungan RSI. Namun saat ini, hanya ada satu serikat pekerja yang ada di RSI Banjarnegara.

“Perkasi ini merupakan jembatan bagi seluruh karyawan RSI dalam menyampaikan aspirasi dan keluh kesahnya demi kemajuan bersama. Dan kami melakukan ini berdasarkan hasil musyawarah para pimpinan dan konsultasi dengan pihak yayasan selaku pemilik, sehingga kami mantap dalam melangkah demi menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Disinggung terkait kemungkinan adanya dugaan penyelewengan, dia hanya mengatakan menunggu hasil audit. Dimana hasil audit ini, akan dibahas bersama dengan pihak yayasan.

“Apapun hasilnya nanti, tentu kita akan berkomunikasi dengan pemilik RSI, dalam hal ini yayasan. Kita tunggu saja hasil auditnya,” katanya.

Langkah audit eksternal ini juga tidak lepas dari banyaknya masukan dari internal maupun yayasan, sehingga langkah ini harus ditempuh sebagai satu upaya untuk menjadikan keterbukaan rumah sakit dan perbaikan ke depan.

Usai melakukan deklarasi dukungan, ratusan karyawan RSI Banjarnegara ini juga membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan moral pada Plt Direktur, untuk terus melakukan terobosan dan perbaikan pelayanan di RSI Banjarnegara.

Berita Terpopuler

Berita Terkini