
CILACAP, SERAYUNEWS – Liburan sekolah di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Cilacap tahun ini menghadirkan pengalaman yang berbeda.
Selain dipenuhi anak-anak yang gemar membaca, perpustakaan juga ramai oleh peserta kelas membatik, termasuk seorang siswi asal Prancis yang antusias belajar mencanting untuk pertama kalinya.
Siswi tersebut adalah Alhambre Mulia Kermarrec, yang memanfaatkan liburannya di Indonesia untuk mengenal batik, salah satu warisan budaya Nusantara.
Dengan penuh rasa ingin tahu, Alhambre mengikuti seluruh proses membatik, mulai dari membuat pola, mencanting malam di atas kain, hingga proses pewarnaan sederhana. Sesekali ia tersenyum melihat motif batik mulai terbentuk dari goresan canting yang dibuatnya.
Alhambre yang merupakan siswi kelas 5 School Leopold Sedar Senghor, Afrika, mengikuti kegiatan didampingi ibunya, Aldilla Muliawati. Sang ibu sengaja mengajak putrinya mengenal budaya Indonesia saat berlibur ke kampung halamannya di Kabupaten Cilacap.
Aldilla mengatakan putrinya memang menyukai dunia seni, sehingga langsung tertarik ketika mengetahui Perpusda Cilacap membuka kelas membatik selama libur sekolah.
“Pada dasarnya anak saya memang suka melukis dan menggambar. Saat saya bilang ada kelas melukis di atas kain, dia langsung tertarik. Dia memang belum mengenal batik, lalu saya jelaskan kalau ini adalah seni melukis yang sangat khas dan merupakan budaya Indonesia,” ujar Aldilla.
Menurutnya, pengalaman membatik menjadi hal baru bagi Alhambre. Selama tinggal di Gabon, putrinya lebih sering melukis di atas kanvas atau kertas.
“Menurut saya kegiatan ini luar biasa. Selain melatih kreativitas, juga memperkaya imajinasinya karena medianya berbeda. Ini pengalaman pertama baginya membatik,” katanya.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Cilacap, Achmad Fauzi, mengatakan kelas membatik merupakan bagian dari program “Libur Asyik di Perpustakaan Daerah” yang dirancang agar anak-anak tetap memperoleh pengalaman belajar yang kreatif selama masa liburan.
“Kami ingin anak-anak mengisi liburan dengan kegiatan yang positif, kreatif, dan bermanfaat. Salah satunya melalui kelas membatik yang memperkenalkan budaya sekaligus melatih keterampilan mereka,” ujar Fauzi.
Ia mengaku bangga karena kegiatan tersebut juga menarik minat peserta dari luar negeri. Menurutnya, kehadiran Alhambre menjadi bukti bahwa batik memiliki daya tarik hingga tingkat internasional.
“Harapan kami, ketika nanti kembali ke Prancis, dia bisa menceritakan dan memperkenalkan batik kepada teman-temannya. Ini menjadi salah satu cara sederhana agar batik semakin dikenal dunia,” tuturnya.
Selain kelas membatik, Perpusda Cilacap juga menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif lainnya, seperti nonton bareng film anak di area perpustakaan dan ruang arsip yang disulap menjadi bioskop mini.
Meski dengan fasilitas sederhana, program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Selama libur sekolah, sekitar 370 anak tercatat mengikuti berbagai kegiatan yang digelar Dinas Arpus Kabupaten Cilacap.
Melalui program ini, Perpusda Cilacap ingin menghadirkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyenangkan, tempat berkreasi, sekaligus sarana mengenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda, termasuk peserta dari mancanegara.