
LILLE, SERAYUNEWS — Lille akan mengawali perjuangannya di Liga Champions 2026/2027 dengan menjamu Real Betis di Stade Pierre-Mauroy, Rabu (9/9/2026) dini hari WIB. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk mengamankan poin perdana sekaligus membuka perjalanan mereka di kompetisi elite Eropa.
Laga Lille kontra Real Betis juga memiliki perhatian khusus bagi pecinta sepak bola Indonesia. Bek kiri Lille, Calvin Verdonk, berpeluang mencatat sejarah apabila mendapat kesempatan tampil dalam pertandingan tersebut.
Real Betis datang ke Prancis dengan motivasi tinggi setelah akhirnya kembali berlaga di Liga Champions. Klub asal Spanyol itu terakhir kali tampil di kompetisi tersebut pada musim 2005/2006.
Penantian selama lebih dari dua dekade membuat Betis tentu ingin memulai kiprahnya dengan hasil positif. Namun, misi tersebut tidak mudah karena Lille memiliki pengalaman lebih baik dalam beberapa musim terakhir.
Perhatian lain dalam pertandingan ini tertuju kepada Calvin Verdonk. Pemain berusia 29 tahun tersebut memiliki peluang untuk mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola Indonesia apabila dimainkan oleh Lille.
Peluang itu cukup terbuka melihat peran Verdonk dalam skuad Lille pada awal musim ini. Ia selalu mendapatkan kesempatan bermain dalam tiga pertandingan pertama Ligue 1 2026/2027. Verdonk tercatat dua kali tampil sebagai pemain pengganti dan sekali dipercaya menjadi starter.
Pengalamannya di kompetisi Eropa juga bukan sesuatu yang benar-benar baru. Pada musim sebelumnya, Verdonk bermain tujuh kali bersama Lille di Liga Europa. Sementara di kompetisi domestik musim 2025/2026, ia mencatatkan 18 penampilan dengan total 786 menit bermain.
Apabila kembali dipercaya sebagai starter, Verdonk kemungkinan akan menghadapi duel menarik di sisi kiri pertahanan Lille. Salah satu pemain yang berpotensi menjadi lawannya adalah Antony, winger asal Brasil yang kini memperkuat Real Betis dan mulai menunjukkan performa yang lebih baik setelah periode sulit bersama Manchester United.
Lille memasuki pertandingan dengan modal positif setelah belum mengalami kekalahan dalam tiga pertandingan awal Ligue 1 musim ini.
Di bawah pelatih anyar Davide Ancelotti, Lille mengawali kompetisi domestik dengan kemenangan 2-0 atas Angers. Setelah itu, mereka bermain imbang 2-2 ketika menghadapi Paris Saint-Germain.
Lille kemudian kembali meraih tiga poin ketika menghadapi Toulouse. Mereka menang 1-0 melalui gol Ayase Ueda pada menit ke-73. Hasil tersebut membuat Lille membawa kepercayaan diri cukup tinggi menuju pertandingan pertama mereka di Liga Champions.
Catatan Lille ketika menghadapi klub asal Spanyol di kandang juga cukup menjanjikan. Dalam sembilan pertandingan kandang terakhir melawan tim-tim Spanyol, Lille hanya sekali mengalami kekalahan.
Dari sembilan laga tersebut, Lille berhasil mengamankan tiga kemenangan dan lima hasil imbang. Rekor itu menjadi salah satu faktor yang membuat tuan rumah memiliki kepercayaan diri lebih ketika menyambut kedatangan Real Betis.
Dengan performa awal musim yang belum terkalahkan, pengalaman di kompetisi Eropa, serta dukungan publik Stade Pierre-Mauroy, Lille memiliki sejumlah modal untuk mengawali league phase dengan kemenangan.
Namun, Real Betis tentu tidak datang hanya untuk menjadi pelengkap. Setelah menunggu 21 tahun untuk kembali tampil di Liga Champions, tim asal Spanyol tersebut berambisi mencuri poin dalam lawatannya ke Prancis.
Di tengah persaingan kedua tim, sosok Calvin Verdonk menjadi salah satu pemain yang patut diperhatikan. Jika dimainkan, pertandingan Lille kontra Real Betis berpotensi menjadi momen penting bagi perjalanan karirnya sekaligus menciptakan catatan baru bagi sepak bola Indonesia di Liga Champions. (reza Nugraha)