
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Gunung Anak Krakatau hari ini, Senin, 7 September 2026, masih berada pada status Level III atau Siaga. Masyarakat yang ingin mengetahui kondisi terkini gunung api di kawasan Selat Sunda tersebut dapat melakukan pemantauan secara daring melalui layanan CCTV MAGMA Indonesia.
Kamera pengawas yang tersedia memungkinkan masyarakat melihat kondisi visual Gunung Anak Krakatau dari sejumlah titik pemantauan tanpa harus mendekati kawasan berbahaya. Namun, tampilan CCTV dapat berubah sewaktu-waktu karena dipengaruhi kondisi cuaca, jarak pandang, serta jaringan kamera di lapangan.
Hingga 7 September 2026, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terus menjadi perhatian dan dipantau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Masyarakat dapat memantau kondisi Gunung Anak Krakatau melalui situs resmi MAGMA Indonesia yang dikelola Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Untuk mengakses halaman utama MAGMA Indonesia, masyarakat dapat membuka tautan berikut:
https://magma.esdm.go.id/v1/gunung-api/cctv/
Sementara untuk melihat kondisi Gunung Anak Krakatau melalui kamera pengawas, akses dapat dilakukan melalui link khusus CCTV berikut:
– buka situs web tersebut
– pilih salah satu CCTV
– klik “View” untuk memantau lebih jelas
Berdasarkan pantauan visual melalui salah satu CCTV Pos PGA pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 11.42 WIB, kawasan Gunung Anak Krakatau terlihat dari arah kamera pemantauan.
Kondisi lingkungan di sekitar gunung tampak dengan jarak pandang yang cukup terbuka. Meski demikian, pemantauan visual melalui CCTV hanya menjadi salah satu bagian dari sistem pengawasan aktivitas gunung api.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau sebelumnya mengalami episode erupsi menerus yang berlangsung sejak 4 September 2026. Episode tersebut dilaporkan berakhir pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB setelah berlangsung selama kurang lebih 25 jam.
Setelah episode erupsi menerus berakhir, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terus diamati. Badan Geologi tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi kegempaan dan aktivitas permukaan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan aktivitas.
Hingga Senin, 7 September 2026, status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.
Status tersebut menunjukkan adanya aktivitas vulkanik yang masih cukup tinggi sehingga masyarakat perlu mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait.
Masyarakat, wisatawan, nelayan, maupun pihak lain diminta tidak mendekati pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau dalam radius yang telah ditentukan oleh PVMBG.
Pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau dilakukan secara visual dan instrumental. Selain menggunakan CCTV, petugas juga mengamati aktivitas kegempaan untuk mengetahui perkembangan yang terjadi di dalam tubuh gunung api.
Karena aktivitas vulkanik dapat berubah dalam waktu singkat, masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari MAGMA Indonesia, PVMBG, Badan Geologi, serta pemerintah daerah terkait.
Keberadaan layanan CCTV menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin mengetahui gambaran kondisi Gunung Anak Krakatau secara langsung tanpa mendatangi lokasi.
Masyarakat cukup membuka halaman CCTV MAGMA Indonesia melalui perangkat yang terhubung dengan internet, kemudian memilih titik kamera yang tersedia.
Meski demikian, informasi visual dari CCTV sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya rujukan dalam mengetahui status Gunung Anak Krakatau. Informasi mengenai peningkatan atau penurunan status aktivitas tetap harus mengacu pada pengumuman resmi Badan Geologi dan PVMBG.
Dengan status Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Level III Siaga pada 7 September 2026, masyarakat diharapkan tetap waspada dan tidak memasuki zona bahaya yang telah ditetapkan. (Sundi Tias)