
SERAYUNEWS- PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Wonosobo mengumumkan rencana pemeliharaan jaringan listrik terjadwal yang akan berlangsung pada minggu kedua Februari 2026.
Kegiatan ini berdampak pada pemadaman listrik sementara di sejumlah kecamatan dan desa di wilayah Kabupaten Wonosobo dengan durasi mencapai enam jam setiap harinya.
PLN menyampaikan bahwa pemeliharaan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memastikan keselamatan jaringan distribusi listrik bagi masyarakat.
PLN ULP Wonosobo menegaskan bahwa pekerjaan pemeliharaan dilakukan secara terencana dan preventif.
Sejumlah kegiatan teknis yang dikerjakan meliputi penarikan jaringan baru, perawatan jaringan distribusi, serta rabas dan pemotongan pohon yang berpotensi mengganggu jaringan listrik.
Menurut PLN, keberadaan pohon dan bangunan yang terlalu dekat dengan jaringan listrik dapat meningkatkan risiko gangguan, terutama saat cuaca ekstrem. Oleh karena itu, pemeliharaan rutin menjadi langkah penting untuk mencegah pemadaman tak terduga di kemudian hari.
Berdasarkan informasi resmi PLN ULP Wonosobo, pemadaman listrik dijadwalkan berlangsung pukul 10.00–16.00 WIB dengan rincian wilayah terdampak sebagai berikut:
Pemadaman meliputi wilayah Jalan Bugangan-Kalianget, Desa Jlamprang, Desa Mudal, Desa Wonobungkah, Desa Kalianget, hingga Desa Manggisan dan sekitarnya. Pemeliharaan difokuskan pada penarikan jaringan baru dan perawatan jaringan distribusi.
Wilayah Dusun Candi Sirunting, Dusun Pendekan, Desa Kaliputih, serta area sekitarnya mengalami pemadaman untuk kegiatan pemeliharaan jaringan dan rabas pohon di sekitar jaringan listrik.
Pemadaman terjadi di Desa Losari Wonorejo, Pabrik Aspal Wonorejo, Kantor DPUPR, Kantor BPBD, serta kawasan SMP Negeri 2 Kalierang. PLN melakukan penarikan jaringan baru dan perawatan jaringan.
Wilayah terdampak meliputi Desa Glagah Sapuran, Singopadu, Desa Talunombo, Desa Ngadikerso, Desa Surjojoyo, Desa Rimpak, Desa Beran, Desa Tegalsgot, Desa Warangan, Desa Kapulogo, Desa Kaliwuluh, Desa Kagungan, Desa Tanjunganom, Desa Ropoh, Desa Randusari, Desa Gadingrejo, Desa Sarwodadi, sebagian Paceklan, Simpang Silento, Desa Sindupaten, Pundung, dan sekitarnya.
Pemadaman listrik mencakup wilayah Desa Garung, Desa Mergosari, Desa Maron, Desa Menjer, Desa Mlandi, Desa Larangan, Desa Gendongan, Desa Tedunan, Desa Gondang, Desa Sirangkel, Desa Topengan, Desa Sikarim, Desa Pringapus, Desa Kandangan, Desa Tlogo, Bukit Cinta Menjer, Bukit Seroja, Kreo Serang Gede, hingga Sigelap dan sekitarnya.
PLN ULP Wonosobo mengimbau seluruh pelanggan agar mengantisipasi pemadaman listrik dengan mematikan serta mencabut peralatan elektronik sebelum jadwal padam dimulai.
Langkah ini penting untuk mencegah kerusakan perangkat akibat lonjakan arus listrik saat aliran kembali normal.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi membahayakan di sekitar jaringan listrik, seperti mendirikan bangunan, memasang antena, atau menebang pohon tanpa koordinasi dengan petugas PLN.
Dalam pengumuman resminya, PLN menegaskan komitmennya terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta keselamatan ketenagalistrikan.
PLN mengingatkan masyarakat untuk menjaga jarak aman minimal 2,5 meter dari jaringan listrik dan tidak bermain layang-layang di bawah jaringan tegangan.
PLN juga meminta masyarakat segera melaporkan potensi gangguan listrik melalui aplikasi PLN Mobile atau kanal pengaduan resmi agar dapat segera ditindaklanjuti.
PLN ULP Wonosobo menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat pemadaman sementara ini.
Perusahaan berharap pelanggan dapat memahami bahwa pemeliharaan jaringan merupakan langkah penting demi menghadirkan pasokan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan.
PLN berkomitmen untuk menormalkan kembali pasokan listrik sesegera mungkin setelah pekerjaan pemeliharaan selesai dan terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat Wonosobo.