
KEBUMEN, SERAYUNEWS – Seorang pelajar dilaporkan tewas akibat tenggelam di Sungai Kedungbener, Desa Sangubanyu, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen.
Peristiwa terjadi, Senin (20/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB di Sungai Kedungbener di bawah Jembatan Merah, Desa Sangubanyu, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen.”Korban diketahui bernama RS (12), seorang pelajar asal Kecamatan Buluspesantren,” kata Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, Selasa (21/7/2026).
Berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas, saat itu korban bersama lima temannya bermain dan berenang di sungai. Korban kemudian membawa sebatang bambu dan berusaha menyeberangi sungai yang diperkirakan memiliki kedalaman sekitar tiga meter.
Teman-teman korban telah memperingatkan agar tidak menuju bagian tengah sungai. Namun peringatan tersebut tidak diindahkan hingga korban akhirnya tenggelam. “Mengetahui kejadian itu, teman-teman korban meminta pertolongan kepada warga sekitar,’ teranya.
Seorang warga yang berada di lokasi segera turun ke sungai untuk melakukan penyelamatan. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Warga melapor pihak desa dilanjutka ke polisi
Adanya laporan tersebut, polisi bersama tenaga kesehatan Puskesmas Buluspesantren 1 langsung mendatangi lokasi kejadian.Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan tenaga kesehatan. “Berdasarkan informasi yang diperoleh petugas, korban diketahui tidak dapat berenang,” tuturnya.
Hasil pemeriksaan medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah, menolak dilakukan visum et repertum.”Serta menyatakan tidak akan mengajukan tuntutan kepada pihak mana pun,” ungkapnya.
Kapolres berharap agar seluruh masyarakat lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak. Khususnya selama musim libur atau saat mereka bermain di lingkungan yang memiliki potensi bahaya.
Keselamatan anak merupakan tanggung jawab bersama. Peran orang tua dalam melakukan pengawasan sangat penting “Hal ini agar anak-anak terhindar dari risiko kecelakaan yang dapat berakibat fatal,” pungkas Kapolres Kebumen.